HANKAM

Kemhan Kirim 2 Taruna Akmil Sekolah di RMC-D Australia

Akmil
Dua taruna Akmil, Sersan Taruna Made Surya Adi Putra dan Sersan Taruna Aldiva. (Foto: Dok. Kemhan)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) kirim dua taruna dari Akademi Militer (Akmil) sekolah di Akademi Militer Royal Military College-Duntroon (RMC-D) Australia.

Baca Juga: Kapuspen Benarkan Ada Prajurit Tersambar Petir di Mabes TNI

Dikutip dari keterangan Kemhan, Kamis, (25/5) dua taruna tersebut yaitu Sersan Taruna Made Surya Adi Putra dan Sersan Taruna Aldiva.

Baca Juga: Satu Prajurit Tersambar Petir di Pintu Mabes TNI Meninggal Dunia

"Keberadaan Dua Taruna Akmil di RMC-D Australia, menjadi bagian dari diplomasi pertahanan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam menjalin hubungan sekaligus meningkatkan kerja sama antara Indonesia-Australia, khususnya di bidang pertahanan," tulis Kemhan. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.