Kemhan Ingin Tingkatkan RS PPN Soedirman Jadi Rumah Sakit Taraf Internasional, Kerja Sama dengan Cina

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI ingin meningkatkan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RS PPN) Panglima Besar Soedirman menjadi rumah sakit bertaraf internasional.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Kemhan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatkan taraf RS PPN Soedirman.
Saat ini, RS PPN Soedirman merupakan rumah sakit bertaraf nasional tipe A.
Baca Juga: Menhan: Dua Prajurit Gugur dalam Rangkaian HUT ke-80 TNI Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
“Kita ingin membentuk RS PPN ini di skala internasional atas izin Menteri Kesehatan yang mengeluarkan regulasi. Kita bisa (menjalin) kerja sama dengan rumah sakit antarnegara, dan kita juga mengundang praktik dokter dari mancanegara,” ujar Sjafrie dalam konferensi pers di RS PPN Soedirman, Jakarta Selatan, Selasa (7/10).
Kemhan RI juga ingin mengembangkan farmasi tradisional di RS PPN Soedirman dengan menjalin kerja sama dengan Cina.
“Kita juga mengembangkan kerja sama rumah sakit, kerja sama internasional Indonesia traditional medicine dengan Cina,” tutur Menhan Sjafrie.
Terbaru, Sjafrie telah mengadakan rapat bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPOM Taruna Ikrar di RS PPN Soedirman pada hari ini.
Baca Juga: Kolaborasi Kemhan-Kemenaker untuk Sertifikasi Lulusan Vokasi Penyandang Disabilitas
Menkes Budi mengatakan, Kementerian Kesehatan akan membantu melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) agar RS PPN Soedirman bisa bertaraf internasional.
“Beberapa program akan kami segera jalankan. Jadi masuk ke tahap pelaksanaan lagi, bukan tahap perencanaan. Yang pertama itu akan ada kerja sama internasional, kita bisa menggunakan jalur di bawah defense cooperation agreement (DCA) dengan negara-negara besar, di mana dokter-dokter dari rumah sakit ini bisa belajar ke luar negeri, ke rumah sakit terbaik dunia,” kata Budi.
Sebaliknya, dokter-dokter terbaik dunia juga bisa mengajar dokter-dokter RS PPN Soedirman.
Baca Juga: Angkatan Bersenjata Australia Berharap Kerja Sama dengan TNI Terus Diperdalam
“Termasuk juga dititipkan perawat-perawat terbaik bisa datang ke sini untuk mengajari di rumah sakit ini, bukan (hanya) dokter-dokter TNI, bukan hanya yang di sini, tapi juga ke seluruh Indonesia,” ujar Menkes.
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna memastikan dukungan pihaknya kepada Kemhan untuk proses sertifikasi obat-obatan yang diproduksi Pusat Farmasi Pertahanan Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan (Baharwathan) Kemhan RI serta Lembaga Farmasi TNI.
“Kami nanti akan memberikan asistensi atau pendampingan. Pendampingan untuk pembimbingan riset dan pengembangan, kemudian pembimbingan yang berhubungan untuk mendapat sertifikasi good manufacturing practice atau cara pembuatan obat,” kata Taruna. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































