Kemhan: 33.785 Peserta Lolos sebagai Pengelola Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Batch 1

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI menyatakan, 33.846 peserta lolos sebagai manajer dan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) setelah dilaksanakan pelatihan bela negara batch pertama.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan, alokasi awal yang akan dididik batch pertama sebanyak 35.476 peserta. Rinciannya adalah 30.000 peserta calon manajer KDKMP dan 5.476 peserta calon manajer KNMP.
Baca Juga: TNI AD Gelar Demonstrasi Integrasi Siskom Ranpur Kavaleri
“Namun, dari proses pelaksanaan kegiatan, karena memang dinamika sedemikian cukup kompleks, berkaitan dengan tempat dan lain sebagainya, dari sistem yang menggunakan open bidding atau sistem online, baik dalam pendidikan lanjutan setelah rekrutmen, jumlahnya yang masuk kemudian 33.846 peserta,” kata Mayjen Ketut di Balai Media Kemhan RI, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).
Setelah dilaksanakan pelatihan bela negara, 33.785 peserta dinyatakan lolos. Ketut mengatakan, 61 peserta yang tidak bisa melanjutkan pelatihan karena ada yang meninggal, bermasalah dengan kesehatan, hingga hamil.
“(Yang hamil) masih diberikan kesempatan untuk menyelenggarakan atau mengikuti pendidikan batch berikutnya. Namun, ini tentunya semuanya keputusan akan disampaikan oleh tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Pusat untuk tindak lanjut kegiatan berikutnya,” tutur Ketut.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Ingatkan Pendidikan jadi Penentu Lahirnya Prajurit TNI yang Andal dan Profesional
Rencananya, pelatihan bela negara batch pertama bagi calon manajer dan pengelola KDKMP/KNMP akan ditutup di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7).
“Besok mudah-mudahan insyaallah, kita akan tutup pendidikan ini (batch pertama) sejumlah 33.785 orang (peserta),” kata Ketut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































