HANKAM

Kembali Rampungkan Jembatan, Kadispenad Sebut Kehadiran TNI AD Harus Beri Dampak

Jembatan
Jembatan armco di Sungai Lau Garut, Kabupaten Karo, Sumatra Utara berhasil dirampungkan. (Foto: Dok. Pendam BB)

Jakarta, IDM – Kodim 025/Tanah Karo (TK) bersama personel Yon TP 904/GM merampungkan pembangunan jembatan armco di Sungai Lau Garut, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Senin (1/6).

Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 4 meter tersebut merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses dan mempermudah mobilitas warga di wilayah pedesaan.

Kini, dengan rampungnya jembatan yang menjadi penghubung antara Desa Pintu Angin dan Desa Batu Rongkam, sebanyak 4.561 warga diperkirakan akan mendapat manfaat terkait akses transportasi yang lebih efisien.

Baca Juga: Indonesia-Qatar Tanda Tangani MoU Menuju ke DCA, Pengembangan Indhan Matra Darat dan Laut jadi Fokus Bahasan

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, mengatakan, jembatan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah bersama TNI AD membantu meringankan masyarakat.

“Program ini menjadi bukti perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kebutuhan masyarakat di daerah melalui pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga,” kata Kapendam dilansir dari Penerangan Kodam Bukit Barisan, Selasa (2/6).

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono dalam acara silaturahmi bersama awak media di Jakarta Pusat, Jumat (29/5). (IDM/Nurhidayat Nasution)

Sejalan dengan upaya tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, mengungkapkan bahwa sampai saat ini TNI AD telah merampungkan 523 jembatan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Mau dari jembatan armco, jembatan gantung, jembatan bailey, jembatan beton, semuanya. Seluruh Indonesia,” kata Donny dalam acara silaturahmi bersama awak media, Jumat (29/5) lalu.

Baca Juga: Kemhan: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dalam Proses Pengiriman ke Indonesia, Tergantung Kondisi Selat Hormuz

Sebanyak 523 jembatan tersebut terdiri dari jembatan di daerah bencana sebanyak 300 dan jembatan di luar daerah bencana sekitar 223 dengan status keseluruhan berhasil diselesaikan.

“TNI AD hari ini tidak hanya berbicara tentang pertahanan dalam arti militer semata. Paradigma pembangunan nasional saat ini menempatkan stabilitas keamanan dan kesejahteraan rakyat sebagai dua hal yang berkaitan,” jelas Donny.

Ia menambahkan, kehadiran prajurit TNI AD di daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.