HANKAM

Keliling Asean hingga Timteng, Kapal Perang Rusia Pilih Jakarta Sebelum Pulang

Sergei Tolchenov dan Maxim Lukyanov.
Konferensi pers kedatangan RFS Rezkiy-343 dan RFS Aldar Tsydenzhapov Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dan Atase Militer Kedutaan Besar Rusia di Indonesia Kolonel Maxim Lukyanov, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (3/6). (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – Dua kapal perang Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia, RFS Aldar Tsydenzhapov-339 dan RFS Rezkiy-343 beserta tanker RNS Pechenga memilih Kota Jakarta sebagai labuhan terakhir dari misi persahabatan ke sejumlah negara di Asia Tenggara hingga Timur Tengah.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengungkapkan kedua kapal kombatan jenis korvet itu mulai meninggalkan Vladivostok untuk berlayar ke wilayah Asia Tenggara hingga Timur Tengah, sekitar tiga sampai empat bulan lalu.

"Dua kapal perang ini berlayar dari Vladivostok, sekitar empat atau tiga bulan lalu. Ini perjalanan yang sangat panjang. Sejak Februari mereka mengunjungi banyak negara di Asia Tenggara, seperti Thailand, Myanmar, Kamboja, Bangladesh, dan beberapa negara di Timur Tengah," ungkap Sergei.

Baca Juga: Prajurit Brigif 3 TBS Selesaikan Latihan Terjun Statik di Ketinggian 1.200 Kaki

Tercatat pada Februari ini, RFS Aldar Tsydenzhapov-339 dan RFS Rezkiy-343 bersama puluhan kapal perang angkatan laut negara sahabat, terlibat dalam latihan bersama non-kombatan yang digelar oleh TNI AL, yakni Multilateral Naval Exercise (MNEK) 2025 di Bali.

Kemudian pada pertengahan Mei kemarin, dua kapal perang itu kembali terlibat dalam kegiatan internasional, yaitu pada pameran industri pertahanan maritim dan dirgantara (LIMA) 2025 di Langkawi, Malaysia. Mereka mengikuti parade di laut bersama KRI Bung Karno-369 dan KRI Kerambit-627.

"Mereka akan kembali ke pangkalan di pelabuhan Vladivostok," kata Sergei.

Baca Juga: Koopsud III Tingkatkan Kesiapsiagaan Penerbang TNI AU dalam Latihan Egress Procedure 2025

Dalam lawatan terakhir di Malaysia kemarin, Atase Militer Kedutaan Besar Rusia di Indonesia Kolonel Maxim Lukyanov secara khusus meminta RFS Aldar Tsydenzhapov-339 dan RFS Rezkiy-343 singgah kembali ke Indonesia, dan memilih Jakarta dalam perjalanan pulang ke Vladivostok.

"Dan dalam perjalanan pulang, mereka hanya singgah di Jakarta, atas permintaan pribadi atase militer Rusia, mereka melakukan kunjungan persahabatan. Tidak ada pelabuhan lain di Indonesia (yang akan disinggahi) setelah Jakarta," imbuhnya.

Meski kedatangan kapal perang Rusia ke Jakarta terbilang cukup sering, Sergei mengatakan kunjungan ini sebagai bentuk timbal balik dari partisipasi Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) yang juga selalu aktif melibatkan delegasi dan sejumlah unsur kapal perangnya ke Rusia.

Baca Juga: Pendidikan di AAL Diperpendek Jadi Tiga Tahun, Ditambah Magang Satu Tahun

"Kami bertukar pengalaman, kami bertukar kontak, hanya melanjutkan hubungan baik dan saya percaya ini membantu untuk mempromosikan hubungan kami antara kedua negara, antara angkatan bersenjata kedua negara. Dan saya sangat senang mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara sahabat Rusia," kata Sergei.

Adapun dua kapal perang korvet dan satu tanker Angkatan Laut Rusia itu tiba di Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (1/6) lalu. Selama sandar, para delegasi memiliki sejumlah agenda, seperti kunjungan kehormatan (courtesy call) ke TNI AL, tur kapal (open ship), kegiatan olahraga (sport activity), deck reception hingga tur kota Jakarta.

Kemudian, RFS Aldar Tsidenzhapov-339 dan RFS Rezkiy-343 juga akan melalukan passing exercise (passex) dengan kapal perang TNI AL (KRI) yaitu latihan yang dilakukan saat kapal angkatan laut suatu negara masuk dan keluar perairan yurisdiksi Indonesia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.