Kavaleri TNI AD jadi Tumpuan Kekuatan Manuver Darat Indonesia

Jakarta, IDM – Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat (TNI AD) terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan pertahanan modern melalui penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Hal itu dilakukan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan doktrin tempur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi militer.
Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Komisi I DPR RI yang melakukan kunjungan spesifik ke Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) TNI AD untuk melihat langsung kesiapan satuan, kemampuan prajurit, serta kebutuhan strategis yang diperlukan guna memperkuat salah satu unsur tempur utama TNI AD tersebut.
Baca Juga: Pangdivif 3 Kostrad Ingatkan Kerja Sama dan Soliditas jadi Kunci Keberhasilan Satuan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, mengatakan Kavaleri memiliki posisi vital dalam sistem pertahanan nasional karena menjadi kekuatan manuver darat yang mampu memberikan daya gempur, mobilitas, dan perlindungan dalam berbagai operasi militer.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi I mendapatkan pemaparan mengenai kondisi terkini Korps Kavaleri, termasuk kesiapan personel, kemampuan tempur, kondisi alutsista, hingga arah pengembangan satuan dalam menghadapi perubahan karakter peperangan yang semakin mengandalkan teknologi.
“Kita melihat berbagai macam peralatan yang TNI AD miliki, khususnya di Kavaleri. Kita juga melihat kemampuan dan kapasitas yang dimiliki untuk menghadapi segala macam ancaman,” ungkap Dave.
“Selain itu dipaparkan kondisi saat ini, rencana ke depan, serta kebutuhan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa,” kata Dave.
Menurutnya, modernisasi Kavaleri menjadi kebutuhan mendesak seiring berkembangnya ancaman multidimensi yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemampuan manuver tinggi di medan operasi.
Baca Juga: TNI AD Fokus Kelola Sampah di 6 TPA Besar, Mulai Bantar Gebang hingga Suwung Denpasar
Maka dari itu, penguatan alutsista harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi prajurit melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.
Komisi I DPR RI juga menyoroti pentingnya pengelolaan alutsista yang diperoleh melalui mekanisme serah terima (serhap) agar dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai kebutuhan operasional satuan.
Optimalisasi pemanfaatan kendaraan tempur dan sistem persenjataan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan tempur Kavaleri.
Selain aspek peralatan, perhatian juga diberikan pada pengembangan kurikulum pendidikan Kavaleri.
Meski selama ini pendidikan Kavaleri telah berorientasi pada kemampuan teknis dan taktis, evaluasi dan pembaruan dinilai perlu dilakukan agar para prajurit mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi militer, termasuk sistem tempur modern yang berbasis digital dan otomatisasi.
Baca Juga: Mayjen Bagus Suryadi Tayo Resmi Jabat Dirjen Strahan Kemhan Gantikan Letjen Agus Widodo
“Kita mendengar berbagai masukan, melihat informasi yang berkembang, dan mengamati tren dunia. Semua itu harus disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.
Di tengah transformasi pertahanan global, Kavaleri TNI AD juga didorong untuk terus mengembangkan doktrin tempurnya. Doktrin Tri Daya Cakti yang selama ini menjadi landasan pembinaan Kavaleri dinilai masih relevan sebagai roh dan identitas satuan, namun implementasinya perlu disesuaikan dengan karakter peperangan modern.
“Doktrin Tri Daya Cakti itu tentu masih sangat relevan. Tetapi tetap perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, sementara tema utamanya tetap dipertahankan,” tegas Dave.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































