HANKAM

Pangdivif 3 Kostrad Ingatkan Kerja Sama dan Soliditas jadi Kunci Keberhasilan Satuan

Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto
Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto memeriksa kesiapan pasukan saat kunjungan kerja ke markas Yonif 433/Julu Siri di Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Para prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) harus terus meningkatkan kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam kehidupan keprajuritan.

Pesan tersebut disampaikan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto dalam arahannya kepada prajurit Yonif 433/Julu Siri di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/6).

“Disiplin yang kuat harus diimbangi dengan mental juang yang tangguh, loyalitas, serta kemampuan teknis dan taktis yang terus diasah guna menjawab berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks,” pesan Pangdivif 3 Kostrad.

Baca Juga: TNI AD Fokus Kelola Sampah di 6 TPA Besar, Mulai Bantar Gebang hingga Suwung Denpasar

Dilansir dari Penerangan Kostrad, Kamis (4/6), kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan personel untuk meningkatkan kesiapan operasional, profesionalisme, dan soliditas satuan.

Ia menambahkan, menjaga dan meningkatkan kesiapan fisik adalah modal utama prajurit dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas.

“Setiap prajurit harus memiliki disiplin yang tinggi, jaga kesehatan, tingkatkan kemampuan secara berkelanjutan, serta mengedepankan faktor keamanan dalam setiap kegiatan,” ujar Pangdivif 3 Kostrad.

“Jiwa korsa dan kekompakan harus terus dipelihara sebagai kekuatan utama satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas," sambungnya.

Baca Juga: Mayjen Bagus Suryadi Tayo Resmi Jabat Dirjen Strahan Kemhan Gantikan Letjen Agus Widodo

Pangdivif mengajak seluruh prajurit untuk terus menjaga nama baik satuan dengan menunjukkan sikap profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Keberhasilan satuan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh soliditas dan kerja sama yang kuat di antara seluruh prajurit,” pesan Pangdivif 3 Kostrad.

Momentum kunjungan Pangdivif 3 Kostrad ke markas Yonif 433/Julu Siri menjadi wadah komunikasi antara pimpinan dan prajurit untuk memperkuat pemahaman tugas, tanggung jawab, serta tantangan yang akan dihadapi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.