HANKAM

Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, TNI Lakukan Penyelidikan Internal

Ilustrasi Mabes TNI.
Ilustrasi Mabes TNI. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Mabes TNI memastikan tengah melakukan penyelidikan internal terkait dugaan keterlibatan prajurit dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Langkah ini diambil sebagai respons atas berkembangnya opini publik yang mengaitkan insiden tersebut dengan institusi militer.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan terbuka, meskipun masih berada pada tahap awal.

Baca Juga: Beri Apresiasi ke Yonif TP 845 KS, Menhan Sjafrie: Masyarakat Harus Merasakan Kehadiran TNI

Menurutnya, TNI tidak tinggal diam dalam menyikapi isu yang beredar di masyarakat. Penyelidikan internal langsung digelar untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

"Sejak kejadian, TNI sudah merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal. Kami mohon kepada rekan-rekan wartawan untuk bersabar karena proses ini masih berjalan," tegas Aulia dalam keterangannya kepada media.

Aulia menjelaskan, langkah penyelidikan internal ini murni merupakan inisiatif TNI sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam merespons opini yang berkembang.

Baca Juga: 10 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Bakamla hingga BIN

"Kami merespons apa yang berkembang di masyarakat. Karena itu, kami perlu melakukan penyelidikan internal untuk memastikan apakah benar ada keterlibatan prajurit atau tidak," ujarnya.

Terkait perkembangan penyelidikan, Aulia menyebut proses masih berlangsung dan belum sampai pada tahap akhir seperti penetapan keterlibatan individu tertentu.

Ia juga belum merinci apakah penyelidikan sudah mencakup pemanggilan saksi atau profiling terhadap terduga pelaku. Namun, ia memastikan bahwa aparat penegak hukum di lingkungan TNI tengah bekerja menggunakan metode yang berlaku secara internal.
"Masih dalam proses. Nanti akan kami sampaikan perkembangannya kepada rekan-rekan wartawan," tegasnya.

Baca Juga: Satgas Yonif 751 VJS Laksanakan Kegiatan Teritorial untuk Masyarakat Perbatasan

Aulia mengemukakan mekanisme internal TNI akan dijalankan sesuai aturan hukum yang berlaku di institusi militer. Hal ini termasuk kemungkinan proses lanjutan apabila ditemukan keterlibatan prajurit.

Untuk menjaga kepercayaan publik, TNI berjanji akan membuka hasil penyelidikan kepada publik melalui media.

Menurutnya, transparansi menjadi kunci agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.