Karya AI, Video Viral Prajurit TNI AD Tegur Anggota DPR

Jakarta, IDM – Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) menyebut video viral prajurit TNI AD yang menyela sidang anggota DPR RI ternyata cuma rekayasa Artificial Intelligence (AI).
Dispenad dalam keterangannya, Senin (31/8), menjelaskan bahwa dalam video tersebut menampilkan sosok berseragam TNI AD seolah-olah menegur anggota DPR RI, membela terdakwa di ruang sidang pengadilan, hingga menegur pejabat DPRD Provinsi Kalimantan.
Baca Juga: Setahun, Ini Capaian TNI AD dalam Pembangunan Infrastruktur
"Kami perlu meluruskan bahwa video-video tersebut bukan rekaman kejadian nyata dan tidak ada kaitannya dengan TNI Angkatan Darat. Video tersebut merupakan konten hasil rekayasa menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)," tulis keterangan Dispenad.
Lebih lanjut kata Dispenad, kepastian rekayasan AI ini juga terlihat dari sejumlah ketidaksesuaian atribut dan tanda pengenal seragam TNI AD serta karakteristik visual video hasil rekayasa digital. Nama personel yang ditampilkan dalam video itu juga tidak terdaftar sebagai personel TNI Angkatan Darat.
Skenario dalam video, termasuk prajurit yang secara sepihak menginterupsi sidang DPR RI, persidangan pengadilan, maupun rapat DPRD.
"Ini tidak pernah terjadi dan tidak sesuai dengan tugas, kewenangan, maupun mekanisme yang berlaku di lingkungan TNI AD," terang Dispenad.
Baca Juga: KSAD Maruli Diangkat jadi Ketua Pembina Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat
Sesuai penelusuran tim, Dispenad memastikan video tersebut berasal dari akun atau kanal zona-ai channel . TNI AD tidak memiliki keterkaitan dengan akun tersebut dan tidak pernah memberikan izin maupun bahan untuk pembuatan konten dimaksud.
"Kami mengimbau masyarakat dan rekan-rekan media agar tidak menjadikan video tersebut sebagai rujukan informasi faktual dan tidak menyebarluaskannya tanpa verifikasi terlebih dahulu. Informasi mengenai TNI AD dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi TNI AD atau Dispenad. Jadi, sekali lagi, sosok prajurit yang ditampilkan dalam video tersebut bukan kejadian nyata. Itu konten hasil AI. Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi sarana kreativitas justru digunakan untuk membangun informasi yang menyesatkan dan mengatasnamakan institusi TNI AD, kemudian diterima masyarakat sebagai sebuah fakta," tutup Dispenad.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































