Karir Militer Pangkostrad Baru Mayjen TNI Saleh Mustafa

Jakarta, IDM - Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa resmi dipromosikan menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Maruli Simanjuntak yang diangkat menjadi KSAD.
Lahir 14 Maret 1969, Saleh merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 dari kecabangan Infanteri. Sebelum menjadi Pangkostrad jabatan terakhir dari Saleh adalah Kaskostrad.
Baca Juga: Mutasi Perdana, Panglima Agus Geser 4 Nama Pati TNI AL
Berikut riwayat pendidikan militer dan jabatan Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Pendidikan Militer
Akademi Militer (1991, Sesarcabif Dik PARA, Dik PARA Utama, Komando Diklapa I, Diklapa II, Seskoad, Sesko TNI Lemhannas RI.
Baca Juga: Panglima TNI Rotasi 40 Pati TNI AD, Muhammad Saleh Mustafa Jadi Pangkostrad
Riwayat Jabatan
Danyon 23 Grup 2/Kopassus, Waasops Danjen Kopassus, Dan Grup 1/Kopassus (2012-2013), Asops Kasdam Iskandar Muda (2013-2015), Pasis Sesko TNI (2015-2016), Pamen Ahli Kopassus Bidang Pendidikan dan Latihan (2016), Danrem 132/Tadulako (2016-2017) Wadanpussenif Kodiklatad (2017-2019), Kasdam Jaya (2019-2021), Kaskogabwilhan II (2021-2022), Pangdam XVII/Cenderawasih (2022-2023), Pa Sahli Tk. III KSAD Bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba (2023), Kaskostrad (2023), Pangkostrad (2023-sekarang). (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































