HANKAM

Kapuspen: TNI Siap Turun Tangan Jika Diberi Mandat Resmi untuk Misi Perdamaian PBB

Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah
Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, menegaskan TNI siap turun tangan jika diberi mandat resmi untuk misi perdamaian PBB.

Hal itu merespons Pidato Presiden RI Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80, di New York.

Freddy menerangkan pidato Presiden Prabowo merupakan wujud komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif menjaga perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.

“TNI pada prinsipnya selalu siap menindaklanjuti setiap kebijakan pemerintah, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan di bawah bendera PBB,” tegas Freddy, yang dikutip Sabtu (27/9).

Baca Juga: Menhan Sjafrie: Indonesia Siap Berperan Jadi Pasukan Perdamaian di Gaza

Saat ini, kata Freddy, TNI memiliki pengalaman panjang dan rekam jejak baik dalam misi perdamaian PBB di berbagai negara konflik.

Freddy menjelaskan untuk pengerahan pasukan TNI ke wilayah konflik baru seperti Gaza maupun Ukraina harus melalui mekanisme PBB dan persetujuan dari pemerintah Indonesia.

“Prosesnya melibatkan keputusan politik negara, koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, serta mandat resmi dari PBB,” ungkap Freddy.

Intinya, Freddy menegaskan TNI siap kapan pun mendapat mandat, tetapi menunggu penugasan resmi sesuai prosedur internasional.

Baca Juga: KRI RE Martadinata-331 Simulasi Peperangan di Laut Banda, Uji Kesiapan Hadapi Rudal hingga Torpedo

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Indonesia siap menanggung beban bersama dalam menjaga stabilitas global. Kepala Negara menegaskan kontribusi Indonesia tidak hanya berbentuk pengiriman pasukan, tetapi juga dukungan finansial.

"Kami akan mengambil bagian dalam beban itu, bukan hanya dengan putra-putri kami. Kami juga bersedia berkontribusi secara finansial untuk mendukung misi besar PBB dalam mencapai perdamaian," ucap Prabowo dalam pidatonya di hadapan delegasi dunia, Selasa (23/9). (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.