Kapuspen TNI: Program Ketahanan Pangan Libatkan Masyarakat sebagai Pelaku Utama

Jakarta, IDM – TNI memastikan program ketahanan pangan yang saat ini berjalan tidak hanya mengandalkan lahan milik institusi militer, tetapi juga melibatkan masyarakat secara luas melalui pola pendampingan dan pemberdayaan.
Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas menjelaskan masyarakat menjadi ujung tombak pengelolaan lahan, sementara TNI bertugas memberikan pendampingan teknis dan dukungan di lapangan.
Baca Juga: Kapuspen: Lokasi Pembangunan Yon TP Berdasar Data dari Pemda, Bukan TNI yang Tentukan Titik
Menurutnya, pendampingan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengolahan lahan, proses budidaya, panen hingga distribusi hasil produksi. Skema tersebut telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari kontribusi TNI dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan.
"TNI bukan mengambil alih peran masyarakat. Justru masyarakat yang berada di garis depan, sedangkan kami hadir untuk mendampingi dan membantu," tegasnya.
Saat ini, total lahan yang masuk dalam program ketahanan pangan TNI mencapai sekitar 2,5 juta hektar.
Angka tersebut merupakan gabungan lahan milik TNI, pemerintah daerah serta lahan masyarakat yang mendapatkan pendampingan.
Dalam pelaksanaannya, setiap matra memiliki fokus komoditas berbeda. TNI AD mengembangkan padi, TNI AL mengelola program kedelai, sementara TNI AU berkontribusi melalui pengembangan tebu.
Baca Juga: TNI Klarifikasi Masuknya Alat Berat ke Sekolah untuk Bangun Kopdes Merah Putih di NTT
Kapuspen menilai kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan program ketahanan pangan merupakan hasil kerja bersama antara negara, TNI dan masyarakat.
Maka dari itu, capaian yang dipublikasikan harus dipahami sebagai hasil sinergi, bukan semata produksi dari lahan TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































