TNI Klarifikasi Masuknya Alat Berat ke Sekolah untuk Bangun Kopdes Merah Putih di NTT

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI memberikan klarifikasi terkait video yang menarasikan prajurit TNI menggusur sekolah untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih di Desa Niawula, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Video tersebut tersebar di media sosial.
Dalam video yang diunggah sebuah media, Senin (8/6), dinarasikan bahwa sejumlah orangtua murid, para guru, hingga siswa berkumpul untuk menolak aksi penggusuran.
Baca Juga: TNI AD Bangun Pipanisasi 1.700 Meter untuk 500 Kepala Keluarga
Video tersebut juga menampilkan alat berat yang masuk kompleks sekolah, disertai hadirnya sejumlah prajurit TNI di lokasi. Seorang ibu juga terdengar berteriak begitu melihat alat berat hendak bekerja.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan bahwa Kopdes Merah Putih akan dibangun di belakang sekolah tersebut. Namun, akses jalannya kurang sehingga ada pembongkaran minor.
“Akses jalannya kurang sehingga melewati sekolah. Nah, pas manuver alat berat, kena tiang sekolah yang pojok,” ujar Nas dalam keterangan pers ke awak media di Balai Puspen TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6).
Nas mengaku telah menghubungi Asisten Intelijen (Asintel) Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana terkait kronologi tersebut.
Nas mengatakan, personel dari Kodim dan Bintara Pembina Desa (Bintara) setempat juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Kepala Desa Niawula.
Baca Juga: A400M TNI AU Angkut Tower Emergency PLN, Dukung Pemulihan Listrik di Sumatra
“(Para personel mengatakan), ‘Pak Lurah, boleh enggak ini kita geser sebentar tiang ini?’, (Pak Lurah menjawab), ‘boleh, silakan’. Jadi tiang sekolah itu digeser untuk manuver alat sebentar, setelah itu akan diperbaiki kembali,” kata Nas.
“Memang sebelumnya, kejadiannya, saat alat berat kena dahan pohon durian orang yang katanya sebesar jempol kaki, seorang ibu marah-marah, teriak-teriak. Nah, itu di-klip (dipotong videonya), ibu itu marah-marah, ada alat berat di situ,” tutur Kapuspen TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































