Kapuspen TNI: Kami Terima dengan Tangan Terbuka Jika Anggota OPM Kembali ke NKRI

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pihaknya akan menerima dengan tangan terbuka jika ada anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyadari kekeliruannya dan ingin kembali ke NKRI.
"TNI tetap membuka dengan tangan terbuka apabila ada anggota OPM yang menyadari kekeliruannya dan ingin kembali menjadi warga negara yang baik," kata Kristomei dalam keterangannya, Selasa (20/5).
Baca Juga: Prajurit Zeni Marinir Pelajari Alat Theodolit untuk Kemampuan Teknik Sipil Militer
Lebih lanjut Kristomei memastikan TNI juga akan mengajak para anggota OPM yang kembali ke NKRI ini untuk bersama membangun Papua.
"Dan kita sama sama membangun Papua, seperti yang dilakukan beberapa anggota OPM lainnya beberapa hari yang lalu," kata Kristomei.
Baca Juga: Di Tengah Latihan Bersama Elang Indopura XXIII, TNI AU dan RSAF Gelar Bakti Sosial
Pada Kamis, (19/5) Komandan Batalyon (Danyon) Ayosami dari OPM bernama Yeremias Foumair menyerahkan diri dan berikrar setia kepada NKRI.
Yeremias bertahun-tahun hidup dalam pelarian bersama kelompok separatis bersenjata, di Maybrat dan mengaku rindu untuk kembali kepada keluarganya, terutama istri dan anak-anaknya. Hal ini menjadi alasan utama ia meninggalkan perjuangan bersenjata dan memilih kembali ke pangkuan NKRI. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































