HANKAM

Kapuspen: Lokasi Pembangunan Yon TP Berdasar Data dari Pemda, Bukan TNI yang Tentukan Titik

Prajurit Yonif TP 940:Jaya Nagara
Para prajurit Yonif TP 940/Jaya Nagara di Subang Jawa Barat. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI menyatakan, lokasi pembangunan Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan atau Yon TP ditentukan berdasarkan data dari pemerintah daerah setempat.

“Yang pasti kami TNI menentukan lokasi Yon TP itu berdasarkan data dari pemerintah daerah. Bukan kami yang menunjuk titik,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas saat ditemui di Balai Puspen TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6).

Mabes TNI berkoordinasi dengan pemda untuk penentuan lokasi markas Yon TP. Setelah lahan aman, baru TNI membangun markas Yon TP.

Baca Juga: TNI Klarifikasi Masuknya Alat Berat ke Sekolah untuk Bangun Kopdes Merah Putih di NTT

“Kami minta daerah mana yang akan dibangun berdasarkan rencana strategis yang dibuat, pemda yang menentukan tempat itu,” kata Kapuspen TNI.

Sebelumnya, Nas juga menyatakan bahwa pembangunan Yon TP dilakukan di lahan milik TNI atau lahan milik negara yang telah disiapkan oleh pemda.

Hal ini menanggapi maraknya video di media sosial yang menarasikan bentrok TNI dengan masyarakat soal pembangunan markas Yon TP.

Selain itu, pembangunan markas Yon TP ditentukan melalui mekanisme yang berlaku dan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Baca Juga: TNI AD Bangun Pipanisasi 1.700 Meter untuk 500 Kepala Keluarga

“Jadi tidak benar kalau disebut pembangunan Yon TP menyerobot lahan masyarakat,” kata Nas.

TNI juga terus melakukan pendekatan humanis ke masyarakat agar pembangunan Yon TP tidak menimbulkan konflik antara masyarakat dengan TNI.

“Hal yang kita lakukan adalah pendekatan secara humanis, menjelaskan kepada masyarakat,” tutur Kapuspen TNI.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.