HANKAM

Kapuspen: 31 Prajurit yang Selamat dari Baku Tembak dengan KKB Akan Dirotasi

RI-PNG
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Penyangga Yonif Raider Khusus 113/Jaya Sakti saat diberangkatkan ke Papua. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono menyampaikan akan merotasi 31 prajurit yang bertugas di Mugi-mam, Kabupaten Nduga, Papua, yang selamat dari baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 16 April lalu.

Menurut dia rotasi ini dilakukan lantaran mereka telah bertugas selama kurang lebih satu tahun.

"Tiga puluh satu orang tersebut sudah hampir memasuki satu tahun penugasan. Penggantinya sudah disiapkan. Selanjutnya, (mereka) akan ditarik bersama personel lain yang memasuki (masa tugas) satu tahun," kata Julius dikutip dari Antara, Rabu, (26/4).

Baca Juga: Pantau Negara Tetangga, Korea Selatan akan Bentuk ‘Komando Operasi Drone’

Meski demikian, Julius belum dapat menyampaikan kapan rotasi akan berlangsung karena tim baru yang akan dikirim ke Papua masih dipersiapkan.

"Kami menunggu kesiapan tim baru, karena masih preparing (persiapan)," tambahnya.

Sebelumnya, saat di Timika, Papua, beberapa waktu lalu, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan akan ada rotasi pasukan di Bumi Cenderawasih, terutama untuk prajurit yang telah bertugas selama kurang lebih satu tahun.

Yudo menegaskan tidak ada penambahan pasukan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Papua setelah insiden baku tembak antara TNI dan KKB di Mugi-mam, Kabupaten Nduga.

Baca Juga: Tiba di Lanud Sulaiman, Ratusan Casis Komcad Matra Udara Ikuti Seleksi Pusat

"Tidak ada penambahan pasukan, yang ada adalah rotasi, termasuk pasukan ini hampir setahun bertugas. Tentunya, ini akan kami tarik dan rotasi dengan pasukan yang baru," kata Yudo di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Papua, Selasa (18/4).

Di lokasi yang sama, Yudo mengatakan rotasi itu juga menjadi bentuk penyegaran dan meningkatkan semangat prajurit.

"Tentunya, pasukan yang sudah lama bertugas mungkin moralnya turun, ya kami ganti dengan yang baru," imbuhnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.