HANKAM

Kapusjianstralitbang TNI: Kerja Sama Pengelolaan Perbatasan ASEAN Ciptakan Perdamaian Kawasan

Kerja Sama Pengelolaan Perbatasan ASEAN Ciptakan Perdamaian Kawasan
Kepala Pusat Pengkajian Strategi Penelitian dan Pengembangan (Kapusjianstralitbang) TNI Mayjen TNI Dondokambey. (Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Kepala Pusat Pengkajian Strategi Penelitian dan Pengembangan(Kapusjianstralitbang) TNI Mayjen TNI Dondokambey mengatakan kerja sama pengelolaan perbatasan perlu dilakukan untuk menciptakan perdamaian di ASEAN.

Hal tersebut diungkap Dondokambey saat menutup Lokakarya Track II Network of Asean Defence and Security Institutions (NADI) secara virtual di Jakarta, Kamis (24/11)

"Kerja sama pengelolaan perbatasan di ASEAN merupakan upaya yang perlu dilakukan untuk mendukung pembangunan kepercayaan dalam rangka menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata Dondokambey. 

Dondokambey juga mengungkap, kerja sama pengelolaan perbatasan perlu mengedepankan prinsip kesejahteraan dan pembangunan yang didukung oleh pertahanan yang kuat. Pemenuhan aspek tersebut, lanjut Dondokambey akan sentralitas ASEAN untuk menghadapi berbagai tantangan bagi kawasan di masa depan.

Menurutnya, negara-negara ASEAN telah memiliki rencana induk konektivitas yang telah diimplementasikan melalui beberapa kerja sama subregional perbatasan. Kerja sama tersebut berupa Subwilayah Mekong raya; Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT); dan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA).

Baca: Lantamal VIII dan Ditjen PSDKP Tingkatkan Sinergitas Penegakan Hukum Bidang Kelautan dan Perikanan

Menurutnya, kolaborasi tersebut sama pentingnya dalam mewujudkan konektivitas untuk pembangunan dan kemakmuran kawasan. Ia meyakini anggota ASEAN yang terlibat akan terus memperkuat kerja sama pengelolaan perbatasan di ASEAN.

Mengusung tema 'Memperkuat Kerja Sama Pengelolaan Perbatasan di ASEAN', lokakarya virtual Track II NADI berlangsung selama dua hari. Agenda tersebut diikuti oleh delegasi dari 10 negara ASEAN. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.