Kapal Perang OPV Kelas Saryu AL India Singgah di Belawan

Jakarta, IDM – Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Wadan Lantamal) I Kolonel Laut (P) Siswo Widodo menerima kedatangan kapal perang jenis patroli lepas pantai (OPV) INS Saryu P54 di Belawan, Sumatra Utara, Rabu (19/6).
Kedatangan OPV kelas Saryu milik Angkatan Laut India yang dipimpin oleh komandan kapal (commanding officer) Komodor Rahul Kumar Jain itu disambut dengan merplug atau tradisi menerima kapal perang asing di dermaga sebelum sandar.
"Adapun maksud kedatangan kapal perang India tersebut dalam rangka melaksanakan kunjungan ke Lantamal I," ungkap Siswo, dikutip dari keterangan Dispen Lantamal I, Kamis (20/6).
Baca Juga: Persiapan Malindo Jaya, 2 KRI TNI AL Latihan Peperangan Antiudara hingga Penembakan Meriam
Pada kesempatan tersebut, Siswo mengucapkan selamat datang kunjungan INS Saryu ke Medan. Ia berharap, kunjungan ini dapat meningkatkan hubungan dan kerja sama antara TNI AL dan Angkatan Laut India.
"Kami akan mendukung dan menyambut baik kunjungan Angkatan laut India dalam rangka memperingati hari Yoga Internasional 2024, dapat berjalan dengan baik dan lancar, saya berharap anda menikmati kunjungan anda," pungkas Siswo.

Melansir dari berbagai sumber, kapal perang ini dirancang dan dibangun oleh galangan Goa Shipyard, India. Pembangunan kapal ini mengacu pada standar ABS dan IRS. Sebagai kapal perang sekelas korvet, INS Saryu dapat menampung 118 awak, termasuk 18 perwira dan 102 anak buah kapal.
OPV kelas Saryu yang digunakan Angkatan Laut Indiavini dilengkapi kanon reaksi cepat OTO Melara 76 mm Super Rapid Gun, dan dua kanon reaksi cepat Close In Weapon System (CIWS) AK-630 kaliber 30 mm. Kelengkapan tambahan lainnya berupa dispenser chaff untuk menghalau datangnya serangan rudal.
Baca Juga: KRI Diponegoro Terima Penghargaan dari Wakil Komandan Pertahanan UNIFIL
Space untuk peluncur rudal antikapal disiapkan dibekalang hanggar dan dilengkapi fasilitas deck dan hanggar yang dapat mengatasi pendaratan helikopter kelas sedang seperti Sea King dan Super Puma.
Kelengkapan teknologi sensor dan navigasi pada kelas Saryu ini mencakup dukungan automatic radar plotting aid (ARPA), Differential Global Positioning System (DGPS), gyro compass, magnetic compass, echosounder, speed log dan Auto Pilot. Kapal ini juga sudah mengadopsi Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) dan communications according to Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) A3.
OPV kelas Saryu Class disokong dua mesin diesel KOEL yang masing-masing sanggup menyemburkan tenaga 7,790 kW. Kecepatan maksimum kapal mencapai 25 knots, sementara kecepatan jelajahnya 16 knots dan dapat berlayar sejauh 11.000 km serta endurance tanpa bekal ulang selama 16 hari. Dari spesifikasi, kapal ini punya panjang 105 meter dan lebar 13 meter dengan bobot mencapai 2.200 ton. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































