Kapal Pemburu Ranjau KRI Pulau Fani Disiapkan Hadapi Perang Modern

Jakarta, IDM – TNI AL mulai mematangkan kembali konsep penggunaan tempur KRI Pulau Fani-731, kapal pemburu ranjau andalan yang berperan penting dalam menjaga keamanan jalur laut Indonesia di tengah tantangan perang modern.
Upaya itu dilakukan melalui sidang uji naskah I tahun anggaran 2025 yang digelar di Mabesal, Jakarta, Selasa (23/12). Sidang ini dipimpin langsung oleh Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan.
Dalam forum tersebut, TNI AL membahas pembaruan petunjuk referensi penggunaan tempur kapal perang jenis pemburu ranjau (Mine Hunting Vessel) 60 meter kelas Pulau Fani. Dokumen ini menjadi pedoman penting bagi prajurit dalam mengoperasikan kapal pemburu ranjau agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi, perubahan lingkungan strategis, dan karakter perang laut masa kini.
Baca Juga: Danbrig Parako 2 Pasgat Pastikan Kesiapan Personel Jelang Pengamanan Nataru
“Tujuan sidang ini untuk memperbarui pedoman yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan lingkungan strategis. Penyusunan naskah mengacu pada konsep bertempur modern,” kata Yayan, dikutip dari laman TNI AL, Rabu (24/12).
Selain pedoman tempur KRI Pulau Fani-731, sidang juga membahas petunjuk referensi penilaian latihan di lingkungan TNI AL. Keduanya disiapkan sebagai standar operasional dan latihan agar kemampuan tempur prajurit tetap terjaga dan terukur.
Yayan meminta seluruh peserta sidang melakukan pembahasan secara serius dan sistematis.
Baca Juga: Ranpur Kapa hingga Excavator Marinir Turun Bersihkan Pascabanjir Sumatra
“Laksanakan diskusi untuk menggali inovasi yang mudah dipahami dan diterapkan sehingga menghasilkan keputusan terbaik sebagai pedoman operasional dan latihan TNI AL,” ujarnya.
Langkah ini, lanjut Yayan, menjadi bagian dari strategi TNI AL dalam memperkuat kesiapan organisasi sejalan dengan prioritas KSAL Muhammad Ali, khususnya dalam menjaga kesiapan operasi dan efektivitas pelaksanaan tugas untuk mempertahankan kedaulatan laut Indonesia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































