Kapal Patroli Cepat Produksi Dalam Negeri Perkuat Bakamla RI

Jakarta, IDM - Satu unit Kapal High Speed Craft (HSC) resmi memperkuat Bakamla RI. Kapal patroli cepat dengan nomor lambung HSC IV/32-04 ini merupakan produksi dalam negeri.
Mengutip keterangan dari Puspen TNI, Selasa (27/6), kapal baru tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia di Dermaga PT Palindo Marine Shipyard, Batam, Provinsi Kepri, Senin (26/6).
Baca Juga: Danmenkav 2 Marinir Beri Apresiasi Atlet Berprestasi
Aan mengatakan, kapal HSC tersebut merupakan kapal keempat yang dimiliki Bakamla RI. Ia mengatakan HSC sangat diandalkan untuk menegakkan hukum di wilayah pesisir dan kepulauan.
"Saat ini tantangan maritim semakin kompleks terutama di wilayah kepulauan yang sering terjadi pelanggaran pelayaran," kata Aan.
Baca Juga: Asops Panglima TNI Periksa Kesiapan Operasi Satgas Tombak Sakti
Ia merinci, sejumlah pelanggaran yang marak terjadi meliputi penyelendupan senjata, narkoba hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Lebih lanjut, Aan pun mengapresiasi keberhasilan PT Palindo memproduksi HSC. Ia menyebut keberadaan kapal patroli tercepat itu sebagai wujud kemampuan industri dalam negeri menjamin keamanan maritim nasional. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































