Kapal Kadet Italia, ITS Amerigo Vespucci Rencana Kunjungi Indonesia

Jakarta, IDM – Kapal layar latih milik Angkatan Laut Italia, ITS Amerigo Vespucci berencana mengunjungi Indonesia dengan membawa para kadet dari Italian Naval Academy (Accademia Navale).
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dengan Kepala Staf Pertahanan Italia Laksamana Giuseppe Cavo Dragone di Roma, Italia, Senin (24/6).
"TNI menyambut baik kehadiran kapal-kapal AL Italia di kawasan perairan Indonesia dan dapat dilaksanakan passing exercise (Passex) dengan kapal-kapal perang Indonesia," ujar Agus, dikutip dari keterangan Puspen TNI, Rabu (26/6).
Baca Juga: Badiklat Kemhan Gelar Studi Lapangan, Brigjen Wisono: Tambah Wawasan dan Pemahaman di Suatu Daerah
Rencananya, kapal layar latih Angkatan Laut Italia itu singgah di salah satu titik pemberhentian di perairan Indonesia, tepatnya berlabuh di Belawan, Sumatra Utara. Nantinya, para taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dari Indonesia diagendakan onboard di atas kapal dan berinteraksi dengan kadet Italian Naval Academy.
Selain itu, rencana kunjungan kapal layar latih ITS Amerigo Vespucci juga sebagai momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Italia.
"Hal tersebut merupakan bentuk persaudaraan AL seluruh dunia (naval brotherhood) dan upaya untuk meningkatkan kerja sama bilateral antara AL Indonesia dan Italia," tambah Agus.
Baca Juga: TNI AD Bawa Bendera Merah Putih ke Gunung Dempo, Ada Apa?
Adapun ITS Amerigo Vespucci telah memulai pelayaran keliling dunia selama 20 bulan, dimulai pada 1 Juli 2023 lalu. Dijadwalkan, kapal layar latih itu kembali ke Genoa, Italia pada 26 Februari 2025 dengan total menempuh perjalanan kurang lebih 40.000 mil laut.
Selama pelayaran, ITS Amergo Vespucci dijadwalkan singgah di 31 pelabuhan dan 28 negara serta lima benua. Setelah berangkat dari Genoa, kapal layar latih itu singgah pemberhentian di berbagai pelabuhan internasional, seperti Marseille di Prancis, Kepulauan Canary, Dakar di Senegal, dan Praia di Kepulauan Cape Verde.
Setelah melintasi Samudra Atlantik, kapal tersebut tiba di Santo Domingo di Republik Dominika antara 6-28 Agustus dan melanjutkan perjalanannya ke selatan dengan singgah di Kolombia, Brasil, Uruguay, dan Argentina sampai 1 April 2024.
Baca Juga: Letkol Inf Moch Sroedji Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Masuk Tahap Verifikasi
Setelah melewati Selat Magellan, kapal itu mengunjungi berbagai pelabuhan di sepanjang pantai Pasifik, antara lain Punta Arenas di Chili, Callao di Peru, dan Guayaquil di Ekuador. Kemudian, pelayaran dilanjutkan dengan serangkaian pemberhentian di Amerika Utara, termasuk kota Los Angeles dan Honolulu di Amerika Serikat.
Dan untuk pertama kalinya, ITS Amerigo Vespucci akan melintasi Samudra Pasifik mengunjungi Tokyo di Jepang dan Manila di Filipina, dan akan berlabuh di Darwin di Wilayah Utara (Australia) selama tiga hari, dijadwalkan pada 4-7 Oktober.
Setelah itu, kapal akan berhenti di Indonesia, Singapura, India, Pakistan, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Mesir, dan Siprus. Lalu, pelayaran kembali menuju pelabuhan asal di La Spezia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































