HANKAM

Kapal Bakamla RI dan Malaysia Gelar Patroli di Jalur Laut Tersibuk Dunia

Kapal Bakamla RI dan Malaysia
Kapal Bakamla RI dan Malaysia melaksanakan patroli di perairan utara Pulau Iyu Kecil, Selat Malaka. (Foto: Dok. Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI melalui unsur KN. Belut Laut-406 yang dikomandani oleh Letkol Bakamla Haslul Prio Widiatmoko menggelar patroli dengan KM Marudu dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dan PA 14 dari Pasukan Polis Marin Polis Diraja Malaysia (PPM PDRM) di perairan utara Pulau Iyu Kecil, Selat Malaka, Jumat (19/9).

Kapal-kapal tersebut sukses melaksanakan Rendezvous (RV) pada posisi 01° 15’ 000’’ U – 103° 18’ 000’’ T, yang merupakan bagian dari patroli. RV merupakan kegiatan koordinasi dan pertukaran informasi dalam operasi bersama.

Baca Juga: TNI AD Sebut Penjagaan Gedung DPR Sudah Sesuai UU yang Berlaku

Kegiatan RV tersebut merupakan bagian dari rangkaian Patroli Terkoordinasi Optima Malindo (Patkor Optima Malindo) ke-32 tahun 2025, yang rutin dilaksanakan Indonesia dan Malaysia.

“Patroli gabungan ini bertujuan memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan perairan Selat Malaka, salah satu jalur laut tersibuk di dunia, sekaligus memberikan efek gentar terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum di laut, termasuk penyelundupan, illegal fishing, hingga perompakan,” tulis siaran pers Bakamla RI, Sabtu (20/9).

Kapal Bakamla RI dan Malaysia
Kapal-kapal tersebut sukses melaksanakan Rendezvous (RV). (Foto: Dok. Bakamla RI)

Dalam pelaksanaannya, unsur-unsur patroli melaksanakan sejumlah agenda penting, antara lain passing exercise (starboard to starboard), penghormatan lambung kanan kapal, koordinasi komunikasi melalui kanal 16 dan 69 FM selama pelaksanaan patroli sektor, serta acara ramah tamah dan pertukaran cendera mata yang digelar di atas KN. Belut Laut-406.

Baca Juga: Ikuti Pacific Air Chiefs VTC 2025, Wakasau Perkokoh Diplomasi Pertahanan TNI AU

Sebelumnya, Patkor Optima Malindo 32/2025 resmi dibuka dengan pelaksanaan Rapat ke-33 Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) Malindo yang berlangsung di Kota Batam, 10 September 2025.

Rapat dipimpin langsung Ketua TPOM Indonesia, Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma Bakamla Lukman Kharish bersama Ketua TPOM Malaysia Laksamana Pertama Maritim Datuk Che Engku Suhaimi bin Che Engku Daik. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.