Kakatua hingga Nuri Ditinggal Pemilik di Kapal, Diselamatkan TNI AL

Jakarta, IDM – Petugas gabungan TNI AL menggagalkan penyelundupan satwa liar dilindungi di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, Maluku, Minggu (16/8). Petugas mendapati kurungan berisi enam ekor burung langka tergeletak tanpa pemilik di area terminal penumpang kapal KM Nggapulu.
Temuan tersebut bermula saat tim gabungan Kodaeral IX bersama BKSDA Maluku, Polsek Pelabuhan, KSOP, dan Pelindo menggelar pemeriksaan barang bawaan calon penumpang kapal tujuan Ternate dan Bitung. Di tengah antrean penumpang, petugas mencurigai tumpukan sangkar yang dibiarkan begitu saja.
Baca Juga: TNI AD Tegaskan Tidak Ada Pengibaran Bendera RMS di Maluku
Setelah diperiksa, petugas mendapati enam ekor burung endemik Maluku. Rinciannya meliputi satu ekor kakatua maluku (Cacatua moluccensis), satu ekor nuri tengkuk ungu (Lorius domicella), dua ekor nuri maluku (Eos bornea), serta dua ekor perkicik pelangi (Trichoglossus haematodus).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menegaskan, pengawasan ketat di simpul transportasi laut merupakan bentuk komitmen menjaga kelestarian alam nusantara.
"TNI AL memperketat pengawasan di objek vital nasional dan jalur transportasi laut untuk menekan perburuan liar terhadap keanekaragaman hayati Indonesia," kata Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (17/8).
Baca Juga: Prajurit TNI AL Bareng WN Prancis Upacara Bendera di Bawah Laut Situbondo
Tunggul menambahkan, praktik perburuan dan perdagangan satwa tanpa izin melanggar undang-undang konservasi sumber daya alam, dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara serta denda maksimal Rp5 miliar.
Kini, seluruh burung hasil sitaan telah diserahkan ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Ambon. Tim medis hewan langsung mengarantina satwa-satwa tersebut untuk memeriksa kesehatannya sebelum dilepasliarkan kembali ke alam bebas.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































