HANKAM

Kabadiklat Kemhan Tekankan Pentingnya Manajemen Pembangunan Nasional

Kabadiklat Kemhan Mayjen TNI Zainul Arifin
Kabadiklat Kemhan Mayjen TNI Zainul Arifin saat memberikan paparan pentingnya manajemen pembangunan nasional di Pusdiklat Jemenhan, Kamis (1/8). (Foto: Dok. Pusdiklat Manajemen Pertahanan)

Jakarta, IDM - Kabadiklat Kemhan Mayjen TNI Zainul Arifin memaparkan, manajemen pembangunan nasional terdiri dari empat aspek penting penting yang saling berkaitan, yaitu perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kursus manajemen perencanaan dan penganggaran pertahanan di Pusdiklat Manajemen Pertahanan, Kamis (1/8).

Zainul menjelaskan, pada aspek perencanaan perlu dilakukan dari sisi proses penyusunan perencanaan, kapasitas kelembagaan, serta ketersediaan dan kapasitas data.

Baca Juga: Nama 6 Pati TNI AD yang Dimutasi Jadi Danrem

Dari aspek penganggaran, kemampuan menganalisis kebutuhan, menjamin efisiensi serta efektivitas pengalokasian sumber daya keuangan sangat diperlukan.

Sedangkan dari sisi pelaksanaan, lanjutnya, perencanaan harus juga memberikan arahan dan langkah-langkah dan pengendalian untuk menjamin pelaksanaan rencana dapat berjalan sesuai dengan tujuan.

Aspek terakhir yang juga memegang peranan penting dari perencanaan adalah monitoring dan evaluasi untuk menjamin bahwa perencanaan yang dilaksanakan dapat diketahui progres dan pencapaiannya.

Baca Juga: KRI Bima Suci Keliling Dunia Selama 2 Bulan, Akan Singgah ke Rusia

“Agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik maka perlu dilakukan penguatan kompetensi pegawai di bidang perencanaan dan penganggaran sehingga meminimalisir pemborosan, kebocoran, dan penyimpangan anggaran, yang pada akhirnya akan menurunkan akuntabilitas kinerja instansi,” ujar Zainul.

Pendidikan yang akan berlangsung sejak 1 Agustus sampai 23 Oktober 2024 ini diikuti oleh 30 orang yang terdiri dari Kementerian Pertahanan 11 orang, Mabes TNI 3 orang, TNI AL 2 orang, dan TNI AU 2 orang. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.