HANKAM

Kabacadnas: Indonesia Sudah Punya 50.000 Komcad

Gabriel Lema
Kabacadnas Kemhan RI Letjen TNI Gabriel Lema (depan mic). (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema mengatakan, Indonesia saat ini telah memiliki lebih kurang 50.000 komponen cadangan (komcad).

Gabriel mengatakan, jumlah tersebut berasal dari komcad reguler dan komcad aparatur sipil negara (ASN) dari Kemhan RI.

“Sekarang kurang lebih sekitar mendekati 50.000 anggota komponen cadangan. Terkomposisi, baik itu komponen cadangan yang bersifat reguler dan komponen cadangan dari ASN yang sudah didahului oleh ASN Kementerian Pertahanan,” kata Gabriel selepas pembukaan latsarmil ASN di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4).

Baca Juga: TNI AL Pamerkan Teknologi Hidrografi Garapan UI dan ITB di Monaco

Selain itu, lanjut Gabriel, ada pula komcad yang diambil dari badan usaha milik swasta. “Kita tahu perusahaan-perusahaan tidak bisa berjalan sendiri, mereka juga potret negara,” ucap Gabriel.

Dalam konsep sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata), strategi pertahanan melibatkan komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung.

Gabriel mengatakan, di tengah ancaman yang makin kompleks, komcad berperan sebagai kekuatan tambahan yang dapat dikerahkan untuk memperkuat komponen utama (TNI), sekaligus meningkatkan ketahanan nasional.

“Oleh karena itu, pembentukan komcad perlu dipersiapkan sejak dini guna mendukung pertahanan yang kuat,” tutur Gabriel.

Baca Juga: Perdana! 2 Prajurit TNI AL Ikut Pelayaran Kapal Perang India Keliling Samudra Hindia

Sejalan dengan itu, pembentukan komcad dari unsur ASN kementerian dan lembaga menjadi wujud nyata sinergi dalam memperkuat pertahanan negara.

Sebanyak 1.773 ASN pada gelombang pertama akan mengikuti program pelatihan dasar militer (latsarmil) sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman. Para ASN tersebut dilepas dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4).

“Kami berharap program ini bukan untuk saat ini saja, tetapi akan berlanjut dan berlanjut terus,” kata Kabacadnas. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.