HANKAM

Perdana! 2 Prajurit TNI AL Ikut Pelayaran Kapal Perang India Keliling Samudra Hindia

prajurit Tamtama TNI AL
Dua prajurit Tamtama TNI AL, Kls ETA Muchammad Nashiruddin dan Kls TLG Luqman Majid di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (21/4) usai mengikuti pelayaran bersama kapal perang India, INS Sunayna (P57), mengelilingi kawasan Samudra Hindia. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Dua prajurit Tamtama TNI AL mengukir sejarah baru. Mereka menjadi wakil Indonesia pertama yang mengikuti pelayaran internasional di atas kapal perang India, INS Sunayna (P57), mengelilingi kawasan Samudra Hindia selama dua bulan.

Sosok berprestasi tersebut adalah Kelasi Satu (Kls) ETA Muchammad Nashiruddin, ahli Elektronika Teknik Senjata, dan Kelasi Satu (Kls) TLG Luqman Majid, spesialis Teknik Listrik Gas. Kedua personel Komando Armada (Koarmada) II ini bergabung dalam misi Indian Ocean Ship - Security and Growth for All in Region (IOS SAGAR) sejak 23 Maret hingga 22 Mei 2026.

Kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) atau patroli lepas pantai ini bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (21/4). Kapal kelas Saryu ini dijadwalkan berada di Jakarta hingga 24 April mendatang dengan membawa misi bertajuk "One Ocean, One Mission".

Baca Juga: Pembentukan Komcad ASN Dimulai: Bagian dari Pertahanan Berlapis di Tengah Kompleksnya Ancaman

Fokus kunjungan ini menyasar pada penguatan keamanan maritim, keberlanjutan ekosistem laut, dan riset bersama di Samudra Hindia. Selama bersandar, armada ini menggelar agenda tur kapal untuk umum (open ship), yoga di atas kapal, serta deck reception atau jamuan resmi di geladak.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menyebut penugasan ini membuktikan eratnya hubungan pertahanan Indonesia-India.

"Ini merupakan pengalaman berharga bagi prajurit TNI AL di mana saat upacara pemberangkatan pelayaran dilepas oleh Menteri Pertahanan (Menhan) India Rajnath Singh," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (22/4).

Baca Juga: Bukan Patroli Biasa, Kapal Perang India INS Sunayna Sambangi Jakarta Bawa Misi Ini

Spesifikasi INS Sunayna

INS Sunayna merupakan kapal patroli lepas pantai kelas Saryu yang lahir dari galangan kapal Goa Shipyard Limited (GSL), India. Kapal ini resmi masuk ke jajaran operasional Angkatan Laut India pada 15 Oktober 2013 setelah melewati masa pembangunan sejak peletakan lunas pada 2009.

Memiliki panjang 105 meter dan bobot 2.200 ton, kapal ini dirancang untuk tugas pengawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), perlindungan jalur komunikasi laut (SLOC), hingga operasi anti-perompakan. Ditenagai dua mesin diesel Pielstick, INS Sunayna mampu melaju hingga 25 knot dan memiliki daya jelajah luas mencapai 6.000 mil laut.

Untuk urusan pertahanan, kapal ini mengandalkan meriam utama 76mm Super Rapid Gun Mount serta dua sistem senjata jarak dekat kaliber 30mm. Kapal ini juga dilengkapi dek helikopter untuk mendukung operasi udara jarak pendek dan misi pencarian dan pertolongan (SAR). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.