Jokowi ke Yudo Soal Pendekatan Humanis Papua: Baik, tapi Harus Tegas

Jakarta, IDM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik janji Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk pendekatan yang lebih humanis di Papua.
"Saya kira pendekatan humanis itu baik," kata Jokowi kepada awak media pascapelantikan Yudo sebagai panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12),
Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai pengurangan pasukan TNI terkait pendekatan humanis di Papua, Jokowi tidak menjawab secara gamblang. Ia menekankan TNI harus tetap tegas kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang kerap melakukan kekerasan.
"Pengurangan prajurit TNI di Papua juga baik, tapi juga harus tegas. Karena kalau tidak, di sana KKB selalu berbuat seperti itu (kekerasan). Ya, tidak akan selesai masalahnya," ujarnya.
Sebelumnya, pascamengikuti fit and proper test di Komisi I DPR RI, Jumat (2/12) lalu, Yudo mengungkapkan pihaknya tak akan menggunakan cara yang sama dalam menangani konflik keamanan di Papua.
"Ya, pasti (pendekatan secara humanis di Papua). Tadi kan saya sampaikan, walaupun TNI tegas, tetapi tetap harus humanis," ungkap Yudo beberapa waktu lalu.
Baca: Ini Sumpah Yudo Sebagai Panglima TNI saat Dilantik Jokowi
Menurut Yudo, operasi yang dilakukan di Papua selama ini harus dievaluasi. "Sehingga dari operasi yang tadi sudah disampaikan, tentunya akan kita evaluasi, tadi juga sudah saya sampaikan di Komisi I. Jadi, tidak semuanya mungkin dengan operasi yang sama," jelasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































