Jika Kehabisan Amunisi, Prajurit TNI Bisa Gunakan Pisau dan Kapak

Jakarta, IDM - Jika kehabisan amunisi untuk pertahanan, prajurit TNI bisa menggunakan senjata pisau atau kapak. Hal ini terungkap saat prajurit Ajen Divif 3 Kostrad melaksanakan kegiatan latihan lempar pisau dan kapak di Lapangan Tembak Pistol Divif 3 Kostrad, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi selatan beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Sathar 72 Siapkan 100 Parasut untuk Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza dengan Teknik Airdrop
Dilansir keterangan dari Pendivif 3 Kostrad, Senin, (25/3) kemampuan lempar kapak dan pisau tersebut wajib dimiliki oleh setiap prajurit, dikarena kedua senjata tersebut sangat berguna sebagai pertahanan diri pada saat kehabisan amunisi.

"Biasanya latihan dimulai dengan pengecekan tensi, pemanasan, penguatan dan diakhiri dengan pelemasan serta evaluasi," tulis keterangan Pendivif 3 Kostrad.
Baca Juga: Simbol Kedamaian, Prajurit TNI Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1 Kilometer di Jayapura

Lanjutnya bahwa dalam uji lempar pisau dan kapak ini seorang pelempar pisau mempunyai risiko yang cukup besar.
"Jika tidak berhasil mengenai dengan tepat pada lawan, dapat membuat seorang pelempar pisau kehilangan senjatanya, atau dengan kata lain tidak memegang senjata, untuk itu pelempar pisau dan kapak agar membawa lebih dari satu senjata," tulis Pendivif 3 Kostrad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































