HANKAM

Jepang Bawa Fregat Mogami JS Yahagi ke Jakarta, Ada Apa?

fregat
Kapal perang fregat milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, JS Yahagi sandar di Jakarta, Senin (12/5). (Foto: Dok. Dispen Lantamal III)

Jakarta, IDM - Kapal perang milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF), yaitu JS Yahagi (FFM-5) sandar di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (12/5).

Kedatangan kapal perang jenis fregat kelas Mogami itu disambut langsung oleh Asisten Intelijen Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Asintel Danlantamal) III Jakarta, Kolonel Laut (T) Saut Lagu Jendri T. Panjaitan.

Pada kesempatan tersebut, Saut mengungkapkan fregat JS Yahagi akan sandar di Jakarta selama tiga hari ke depan, yakni 12-15 Mei.

Baca Juga: Investigasi Ledakan Amunisi di Garut Sempat Tertunda Cuaca dan Lokasi

"Selama kunjungan, mereka akan melaksanakan berbagai kegiatan yang telah dikoordinasikan oleh TNI AL dan Atase Angkatan Laut Jepang," ungkapnya, dikutip dari keterangan Dispen Lantamal III, Selasa (13/5).

fregat
(Foto: Dok. Dispen Lantamal III)

Saut menilai kunjungan persahabatan oleh fregat JS Yahagi ini sangat penting untuk meningkatkan persaudaraan angkatan laut kedua negara, yakni TNI AL dan JMSDF.

"Kunjungan ini dapat meningkatkan semangat Navy Brotherhood dan juga hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan pemerintah Jepang dalam berbagai bidang kerja sama," lanjutnya.

Baca Juga: Satu Prajurit TNI Gugur Saat Tugas Misi Perdamaian di Kongo

Adapun JS Yahagi dipimpin oleh Komandan Tamura Masayoshi. Fregat yang diresmikan sejak 23 Januari 2022 ini, memiliki sistem persenjataan lengkap dan modern, dengan dimensi panjang 133 meter, lebar 16,3 meter dan draft 9 meter serta mempunyai bobot 5.500 ton.

Kapal perang yang mampu membawa 90 awak ini dilengkapi kombinasi mesin turbin gas dan mesin diesel, dengan output poros 70.000 tenaga kuda dan kecepatan sekitar 30 knot. Selain itu, JS Yahagi memiliki kemampuan tempur anti-kapal selam, anti-pesawat, dan anti-permukaan di saat darurat hingga perang anti-ranjau. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.