Jenderal Asal Timor Leste Jadi Danrem 161/Wira Sakti

Jakarta, IDM - Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes putra kelahiran Bobonaro, Timor Timur (Timor Leste, sekarang) resmi menjabat sebagai Danrem 161/Wira Sakti menggantikan Brigjen TNI Febriel B. Sikumbang. Upacara peresmian ini dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Tradisi Laporan Korps Pejabat Kodam IX/Udayana di Aula Supardi Makodam IX/Udayana, Denpasar, Senin, (19/2/2024).
Baca Juga: KSAD: Prajurit TNI AD Jangan Terlena Tahapan Pemilu Masih Panjang Sampai Oktober
Jenderal Joao Xavier Barreto Nunes merupakan perwira TNI AD ketiga asal Timor-Timur yang berhasil meraih pangkat Jenderal. Dia merupakan lulusan Akmil 1991.
Jenderal Joao pertama kali berdinas sebagai prajurit TNI di Batalyon Infanteri 327 (Yonif 300/Brajawijaya-red) Kodam Siliwangi. Lalu sempat dipercaya jadi Guru Militer di Pusat Pendidikan Infanteri. Kemudian pernah juga menjabat Komandan Kodim 014/Salatiga.
Baca Juga: Siap Ikuti Latma Milan 2024, KRI Sultan Iskandar Muda-367 Tiba di India
Kodam Udayana bukan tempat baru baginya, karena beliau empat tahun lalu pernah ditugas untuk menjabat Komandan Resimen Induk Komando Daerah Militer (Danrimdam) Udayana. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































