HANKAM

Jemput Bola, Italia Kunjungi Kemhan Tawarkan 2 Unit OPV ITS Morosini

Kemhan
Sekjen Kemhan RI Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto menerima courtesy call Deputy Secretary General of Defence of Italy, Vice Admiral (VADM) Pier Federico Bisconti, Jumat (10/11). (Foto: Dok. Kemhan)

Jakarta, IDM - Italia terus berupaya agar kapal kelas Thaon di Revel atau Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) buatan Fincantieri, yaitu ITS Morosini yang baru diproduksi agar dapat dibeli oleh TNI AL.

Dikutip dari keterangan Humas Kemhan, Senin (13/11), salah satu upaya agar kapal tersebut dapat dibeli TNI AL yakni dengan mengunjungi langsung Kementerian Pertahanan, pada Jumat (10/11).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto menerima courtesy call Deputy Secretary General of Defence of Italy Vice Admiral (VADM) Pier Federico Bisconti bersama delegasi Italia lainnya.

Baca Juga: Diikuti Ribuan Peserta, Kodiklatau Gelar ‘Bogor Runway Run’ di Lanud Atang Sendjaja Bogor

Kunjungan tersebut membahas kerja sama bilateral bidang pertahanan, salah satunya peluang penjualan dua unit kapal jenis Multipurpose Offshore Patrol Vessel (OPV) Thaon di Revel (PPA) ITS Morosini.

Beberapa waktu lalu, kapal patroli multiguna lepas pantai itu sempat datang ke Jakarta dalam rangka kunjungan balasan, pascasebelumnya Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali lawatan di Italia.

Terkait penawaran dua unit kapal OPV Thaon di Revel (PPA) ITS Morosini, Donny bakal melaporkannya lebih lanjut kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Akan dipertimbangkan dengan pihak-pihak yang terkait dalam bidang Defence Cooperation Agreement (DCA) MoU procurement atau pengadaan alutsista," ungkap Donny.

Baca Juga: Dampingi Panglima TNI, KSAU Hadiri Peresmian Monumen Pesawat Hawk MK 209 di Madiun

Sebelumnya, dilansir dari Defense News, Menteri Pertahanan Italia Matteo Perego menyebut Indonesia sangat perlu kapal patroli baru untuk keamanan dan pertahanan dari ketegangan dengan Cina di kawasan.

Italia menawarkan penjualan kapal OPV kelas Thaon di Revel (PPA) ITS Morosini yang sudah dibangun untuk Angkatan Laut Italia untuk mempercepat pengiriman kepada Indonesia.

"Saat ini, anda tidak bisa lagi berpikir untuk mengirimkan kapal dalam waktu tiga tahun, kita perlu mempercepat programnya," kata Perego.

Baca Juga: Visi Calon Panglima TNI Jenderal Agus yang PRIMA

Italia sendiri memesan tujuh unit kapal patroli multiguna PPA dari Fincantieri, dan kapal keenam dari pesananan itu baru saja diluncurkan, yakni Ruggiero di Lauria pada 6 Oktober lalu.

Sedangkan rencananya dua kapal patroli multiguna PPA yang akan dijual ke Indonesia adalah yang sudah diluncurkan tetapi belum beroperasi, atau mungkin termasuk kapal ketujuh yang belum diluncurkan.

"Belum jelas kapal mana yang akan masuk ke Indonesia, itu tergantung kapan kontrak ditandatangani," ujar Perego. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.