HANKAM

Visi Calon Panglima TNI Jenderal Agus yang PRIMA

Agus
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto sebelum melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komplek DPR, Jakarta, Senin (13/11). (IDM/ Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agus Subiyanto melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Panglima TNI yang dilaksanakan oleh Komisi I DPR RI, Senin (13/11).

Berdasarkan pantauan, Agus yang tiba pada pukul 9.45 WIB terlihat didampingi oleh Panglima TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali serta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Dampingi Panglima TNI, KSAU Hadiri Peresmian Monumen Pesawat Hawk MK 209 di Madiun

Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI, Agus membawa PRIMA sebagai visi dan misinya yang merupakan akronim dari profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif dalam rangka membangun institusi TNI yang mempunyai daya tahan dan daya gempur untuk mengatasi berbagai ancaman.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Agus memaparkan beberapa poin penting yang menjadi misinya. Poin pertama adalah memelihara dan memantapkan profesionalisme TNI sebagai alat pertahanan negara. Kedua, meningkatkan kemampuan yang responsif dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis (linstra).

Agus
(IDM/ Faisal Ramadhan)

“Tiga, memantapkan kemampuan TNI yang integratif serta bersinergi dengan kepolisian kementerian dan lembaga dan komponen bangsa lainnya.

Selanjutnya, Agus ingin mewujudkan percepatan modernisasi alutsista sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga: Diikuti Ribuan Peserta, Kodiklatau Gelar ‘Bogor Runway Run’ di Lanud Atang Sendjaja Bogor

“Dan kelima, mewujudkan TNI yang adaptif terhadap tuntunan tugas dan spektrum ancaman,” jelas Agus.

Agus juga menekankan bahwa dirinya berkomitmen untuk melanjutkan program-program dari Panglima TNI sebelumnya.

“Saya sebagai calon Panglima TNI berkomitmen akan melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan oleh para Panglima sebelumnya dan program-programnya,” kata Agus. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.