Jelang Pemilu 2024, Pasukan Elite Satbravo 90 Kopasgat Gelar Latihan Fastrope

Jakarta, IDM - Pasukan elite TNI Angkatan Udara (TNI AU), Satbravo 90 Kopasgat menggelar latihan fastrope di elevated heliport Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, beberapa waktu lalu.
Latihan pada dasarnya dilaksanakan untuk mengantisipasi setiap gangguan keamanan jelang Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 mendatang.
Baca Juga: KRI Kakap-811 Bantu Distribusi Logistik Pemilu 2024 ke Kepulauan Sangihe

Melansir keterangan TNI AU dalam instagram @militer.udara, Sabtu (10/2) dijelaskan, latihan ini akan berlangsung selama tiga hari dan di bawah pimpinan Dansatbravo 90 Kopasgat, Kolonel Pas Asep Dicky Lukman Wijaya.
Materi fastrope dalam latihan ini adalah latihan Fastrope Insertion Extraction System (Fries). "Fries merupakan metode yang digunakan untuk menurunkan pasukan atau mengevakuasi personel dengan cepat menggunakan helikopter," tulis TNI AU.
Baca Juga: KSAD Buka Peluang Putra Maluku Jadi Prajurit TNI AD
Untuk mendukung latihan ini, TNI AU juga mengerahkan sejumlah helikopter, yaitu Helikopter NAS 332, Helikopter EC-725, dan Helikopter H-225M asal Skadron Udara 8, Lanud Atang Sendjaja Bogor. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































