Jalin Kerja Sama Bilateral, Kaskoarmada II Courtesy Call dengan Athan Korsel

Jakarta, IDM - Kaskoarmada II Laksamana Pertama TNI Andi Abdul Aziz, menerima courtesy call Atase Pertahanan (Athan) Korea Selatan Kolonel Lee Judeok di Surabaya. Kamis (2/3).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (3/3), tujuan dari kunjungan ini adalah membangun kerja sama yang baik dan membahas Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 yang akan dilaksanakan di Makassar, pada Juni mendatang.
Baca Juga: Prabowo Diskusi Teknologi Militer Modern Bersama Mansour bin Zayed di UEA
Melalui sambutannya, Andi mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan semoga dengan kunjungan ini, dapat terjalin kerja sama yang baik antara Indonesia dan Korea Selatan.
Selaras dengan sambutan tersebut, Lee Judeok juga mengucapkan terima kasih untuk sambutannya dan Korea Selatan akan selalu mendukung kerja sama yang baik dengan Indonesia.
Baca Juga: Rapim Kopassus Tahun 2023, Danjen: Prajurit Kopassus Harus Siap Terima Ancaman Apapun
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, di antaranya Asops Pangkoarmada II, Asintel Pangkoarmada II, Komandan KRI Nagapasa-403, Komandan KRI Alugoro-405, dan Komandan KRI Ahmad Yani-351. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































