Jalani Misi IMDEX 2023, Tiga KRI TNI AL Berlayar ke Singapura

Jakarta, IDM - Asisten Operasi Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Asops Danlantamal) IV Kolonel Laut (P) Agus Darmawan, memberangkatkan tiga KRI dari Batam menuju Singapura.
KRI dr Radjiman Widyodiningrat-992, KRI Halasan-630, dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bertolak dari Pelabuhan Batam, Selasa (2/5). Ketiga KRI akan ikut serta dalam International Maritime Defence Exhibition and Conference (IMDEX) Asia 2023, dari 3-5 Mei.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama antarnegara Asia Pasifik," ujar Agus dikutip dari keterangan Pen Lantamal IV.
Baca Juga: Bertemu Pangdam Cendrawasih, Eks Panglima OPM Serahkan 6 Pucuk Senjata dan Munisi
"Sekaligus mendukung pemerintah dalam mempromosikan alat utama sistem persenjataan (alutsista) produksi industri strategis," sambungnya.
Sebelumnya, IMDEX Asia 2023 adalah kegiatan pameran alutsista dan kemaritiman. Kegiatan tersebut juga terdapat konferensi yang membahas perkembangan teknologi pertahanan dan kemaritiman berskala internasional. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































