HANKAM

Jaga Stabilitas Kawasan, Marinir di Pangkalan Laut Natuna Utara Lakukan Patroli

Pasmar 1
Prajurit Satgas Pertahanan Pangkalan Laut Natutna Utara V berpatroli di wilayah Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Jumat (5/7). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Satgas Pertahanan Pangkalan Laut Natutna Utara V melakukan patroli sektor laut dan darat di sekitar Kesatrian Jalawira yang berada di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (5/7).

Komandan Satgas Pertahanan Pangkalan Laut Natuna Utara V Mayor (Mar) Henry Daniel Sirait mengatakan patroli tersebut bertujuan menjaga keamanan dan stabilitas kawasan di sekitar Natuna Utara dari kegiatan ilegal.

Baca Juga: Kenaikan Pangkat 4 Perwira Tinggi TNI AL, Panglima Tegaskan Tanggung Jawab Kinerja

"Kegiatan ini bertujuan agar tidak ada kendala, baik dari pembalakan liar dan penangkapan ikan dengan cara merusak laut," kata Henry, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Sabtu (6/7).

Pasmar 1
(Foto: Dok. Pasmar 1)

Henry juga menyampaikan patroli sektor laut dan darat tersebut merupakan tugas utama para prajurit Satgas Pertahanan Pangkalan Laut Natuna Utara V sebagai pertahanan pertama dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

"Pastikan dengan baik tidak ada kegiatan ilegal yang merusak lingkungan dengan tetap semangat, ikhlas dan utamakan faktor keselamatan," ujarnya.

Baca Juga: TNI Antisipasi Ratusan Warga Timor Leste Kembali Melintas Ilegal ke Indonesia

Pasmar 1
(Foto: Dok. Pasmar 1)

Adapun Laut Natuna Utara adalah perairan dangkal yang terletak di sebelah utara Kabupaten Natuna. Penamaan ini dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sejak Juli 2017. Indonesia mengganti wilayah utara Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara, berbatasan dengan bagian selatan Zona Ekonomi Eksklusif Vietnam.

Laut Natuna Utara terletak di antara Kepulauan Natuna dan Laut Natuna serta Tanjung Cà Mau di sebelah selatan Delta Mekong di Vietnam. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.