HANKAM

Jaga Selat Malaka, Pangkoarmada RI Temui KSAL Malaysia Bahas Kapal Asing

Pangkoarmada RI Laksdya Denih Hendrata
Pangkoarmada RI Laksdya Denih Hendrata (kanan) bersiap menandatangani dokumen saat pertemuan bilateral dengan KSAL Malaysia Laksamana Tan Sri Dato Zulhelmy Ithnain (kiri) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (20/4). (Foto: Dok. Koarmada RI)

Jakarta, IDM – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksdya Denih Hendrata melaksanakan pertemuan bilateral dengan Kepala Staf Tentera Laut Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Dato Zulhelmy Ithnain di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (20/4). Pertemuan ini membahas penguatan pengawasan terhadap kapal asing yang melintasi Selat Malaka.

Agenda yang berlangsung di sela pameran Defence Services Asia (DSA) 2026 tersebut fokus pada penyelarasan aturan di laut. Kedua pihak sepakat meningkatkan koordinasi untuk mencegah gangguan navigasi yang dapat merusak stabilitas kawasan regional.

Cegah Salah Paham di Selat Malaka

Denih menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam pengelolaan Selat Malaka. Hal ini bertujuan untuk menghindari ketegangan atau kesalahpahaman antarnegara saat menjalankan prosedur penegakan hukum di jalur pelayaran paling sibuk di dunia tersebut.

Baca Juga: TNI AU-RSAF Perkokoh Kerja Sama Pertahanan lewat Latma dan Pengembangan Kapabilitas HADR

"Kami menekankan pentingnya kesamaan persepsi dalam menegakkan aturan bersama. Langkah ini perlu untuk mencegah ancaman dari pihak luar, termasuk kapal asing yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan," ujar Denih, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada RI, Selasa (21/4).

Sebelum pertemuan di Malaysia ini, Denih telah mematangkan strategi antisipasi gangguan kapal asing melalui forum internal di Jakarta, Rabu (15/4). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya penguasaan laut atau sea control yang efektif bagi Indonesia sebagai negara pantai (coastal state). Ia menuntut agar setiap eskalasi yang melibatkan kapal asing di wilayah yurisdiksi Indonesia ditangani secara profesional sesuai hukum internasional.

Keamanan Energi dan Kerja Sama Strategis

Selain isu keamanan wilayah, kedua pimpinan angkatan laut ini juga membicarakan keamanan suplai energi regional. Mereka sepakat, kerja sama maritim yang solid menjadi kunci utama dalam menjamin kelancaran distribusi energi melalui jalur laut.

Baca Juga: Korban Kecelakaan Truk TNI AD jadi Anak Angkat Pangdam Pattimura

Kunjungan kerja ini juga menjadi bagian dari upaya TNI AL memantau perkembangan teknologi pertahanan terbaru. Fokusnya adalah meningkatkan kemampuan dan ketangguhan matra laut melalui adopsi teknologi yang relevan dengan kebutuhan operasional saat ini.

"Koarmada RI berkomitmen memperkuat kerja sama regional yang tegas dan berkelanjutan. Fokus kami adalah menjamin keamanan laut serta menjaga stabilitas kawasan dari segala bentuk ancaman," tegas Denih.

Pertemuan tersebut berakhir dengan kesepakatan untuk mendalami diskusi strategis pada level teknis. Langkah ini memperkuat koordinasi keamanan antara Indonesia dan Malaysia di wilayah perbatasan laut kedua negara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.