HANKAM

Jaga Netralitas Jelang Pemilu, TNI Bakal Beri Sanksi Prajurit Terlibat Politik Praktis

Kepala Staf Umum (Kasum) Panglima TNI, Letjen Bambang Ismawan.
Kepala Staf Umum (Kasum) Panglima TNI, Letjen Bambang Ismawan. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Umum (Kasum) Panglima TNI, Letjen Bambang Ismawan mengatakan TNI bakal berperan aktif mengamankan seluruh tahapan pemilihan umum (pemilu) 2024. Ia memastikan pihaknya menerapkan kebijakan netralitas dalam mengemban tugas tersebut.

Melansir keterangan Puspen TNI pada Jumat (29/9), Bambang memaparkan bahwa TNI, sebagaimana termuat dalam UU, melarang setiap prajurit TNI terlibat dalam politik praktis. Ia pun mengatakan TNI bakal menerapkan sanksi bagi prajurit yang melanggar.

Baca Juga: Panglima TNI Mutasi 19 Pati TNI AD, Ini Nama-namanya

"UU melarang setiap prajurit TNI untuk menjadi anggota partai politik, mengikuti maupun terlibat dalam kegiatan politik praktis serta dipilih menjadi anggota legislatif dalam Pemilu dan jabatan politis lainnya," kata Bambang saat memberi pembekalan kepada ratuan polisi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/9).

"TNI juga mempunyai aturan yang tegas bagi prajurit yang melanggar netralitas TNI. Akan diberikan sanksi,” sambungnya.

Bambang mengungkapkan, setiap tahapan pelaksanaan pemilu sangat rawan pelanggaran. Ia menilai untuk menjaga netralitas diperlukan kolaborasi yang solid antara TNI dan Polri.

Baca Juga: TNI AU dan RAAF Sukses Rampungkan Latihan Bersama Elang Ausindo 2023

Di hadapan 218 peserta yang hadir, Bambang pun menjelaskan sepak terjang TNI berupaya mengamankan setiap pesta demokrasi. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari bentuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Secara khusus tugas TNI dalam pengamanan Pilkada dan Pemilu tahun 2024 adalah melaksanakan operasi bantuan pengamanan kepada Polri di seluruh wilayah Indonesia guna mewujudkan situasi yang aman, tertib dan lancar,” pungkas dia. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.