HANKAM

Jabat Tangan Menhan Sjafrie, Menhan Sudan: Semua Musuh Indonesia adalah Musuh Sudan

Hassan Daoud
Menteri Pertahanan Sudan Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Sudan Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan menyatakan bahwa semua yang memusuhi Indonesia adalah musuh dari Sudan.

Pernyataan itu diucapkan Letjen Hassan setelah mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

“Sesungguhnya, Indonesia dan Sudan merupakan negara yang bersahabat lama. Maka semua yang memusuhi Indonesia adalah musuh Sudan, dan semua yang memusuhi Sudan adalah musuh dari Indonesia. Kita akan bersama-sama dalam kebaikan ini,” kata Hassan menutup pernyataannya kepada awak media setelah pertemuan.

Baca Juga: Lolos Jalur Rawan Laut Merah, Kapal Induk Garibaldi Transit di Sri Lanka

Hassan kemudian menjabat tangan Menhan Sjafrie. Setelah itu, ia berpamitan kepada jajaran Kemhan RI.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, kerja sama yang dijajaki dengan Sudan meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel dan kadet, serta pengembangan kerja sama antarlembaga pendidikan pertahanan. Selain itu, dibahas juga kerja sama industri pertahanan.

Hassan Daoud
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerim kunjungan Menteri Pertahanan Sudan Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan melalui jajar kehormatan (IDM/Nirmala Maulana)

“Sudan menyampaikan keinginan untuk membuka kembali kesempatan bagi personelnya mengikuti pendidikan di Indonesia, termasuk melalui Universitas Pertahanan RI,” kata Rico.

Baca Juga: TNI AD Terjunkan Satuan Tempur Bersihkan Debu Vulkanik di Jakarta

Sebaliknya, Sudan juga banyak memberikan beasiswa ke Indonesia untuk mengenyam pendidikan di International University of Africa di Khartoum, Sudan.

Rico menambahkan, hal menarik lain yang dibahas adalah peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan. Sudan menyampaikan potensi mereka berupa lahan pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang cukup besar.

“Namun, seluruh peluang kerja sama tersebut tentunya masih akan dibahas dan dikaji lebih lanjut melalui mekanisme kementerian lembaga terkait, termasuk nanti akan disusun dalam bentuk defence cooperation arrangement (DCA),” tutur Rico.

Baca Juga: Enam Anggota OPM Ikrar Setia kepada NKRI, Salah Satunya Penyuplai Logistik

Saat ini, kata Rico, kedua negara belum memiliki dokumen formal kerja sama pertahanan bilateral.

“Masih disusun, sehingga aspek kelembagaan dan kerangka kerja samanya akan dibicarakan lebih lanjut (melalui working group),” kata Rico.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.