HANKAM

IPC Latma Elang Malindo 2026, TNI AU-TUDM Bakal Libatkan Skadron Operasional Sukhoi

TNI AU dan TUDM
Delegasi TNI AU dan TUDM yang mengikuti Initial Planning Conference (IPC) Latma Elang Malindo 2026. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Malaysia (Tentera Udara Diraja Malaysia/TUDM) berencana menggelar latihan bersama (Latma) Elang Malindo 2026, sebagai bagian dari penguatan kerja sama pertahanan di antara Indonesia-Malaysia.

Sebagai salah satu tahap persiapan, angkatan udara kedua negara melaksanakan Initial Planning Conference (IPC) di Yogyakarta pada 2-5 Februari 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Komandan Wing Udara 3.3 Grup 3 Tempur Kolonel Pnb Ignatius Widi Nugroho.

Baca Juga: Perwira Karier PPI Curug Jalani Orientasi di Skatek 043

“IPC merupakan tahapan awal yang memiliki peran strategis dalam perencanaan latihan bersama, meliputi pembahasan konsep latihan, tujuan, skenario, mekanisme pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan dukungan operasional,” tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya, dikutip Selasa (10/2).

TNI AU dan TUDM
Initial Planning Conference (IPC) Latma Elang Malindo 2026 yang dihadiri oleh delegasi TNI AU dan TUDM. (Foto: Dok. Dispenau)

Melalui IPC disepakati bahwa TNI AU akan melibatkan Skadron Udara 11, sementara TUDM mengerahkan unsur personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Skadron Udara 12. Kedua skadron tersebut memiliki kesamaan platform, yakni sama-sama mengoperasikan pesawat tempur Sukhoi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas latihan.

Baca Juga: 34 Brigjen TNI AD Dimutasi, Ini Daftarnya

Pelaksanaan Latma Elang Malindo ke-30 di tahun ini sekaligus menandai perjalanan panjang sejarah kerja sama di antara TNI AU dan TUDM. “Latma Elang Malindo tahun 2026 edisi ke-30 menjadi penanda komitmen kedua angkatan udara untuk terus mempererat kerja sama bilateral, meningkatkan interoperabilitas, serta memperkuat profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi tantangan tugas di masa mendatang,” jelas Dispenau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.