HANKAM

Intruksi Prabowo, Satgas TNI Tertibkan 315,48 Hektar Tambang Ilegal di Bangka Belitung

Komandan Satgas (Dansatgas) Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang
Komandan Satgas (Dansatgas) Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memberikan keterangan pers usai penertiban tambang ilegal di Bangka Belitung. (Foto: Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas Halilintar PKH) yang dipimpin oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang berhasil menertibkan ratusan tambang ilegal di kawasan hutan Desa Lubuk Lingkuk dan Desa Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.

Dilansir dari keterangan Puspen TNI, Minggu (9/11), Dansatgas Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan total lahan yang diamankan dari dua tempat tersebut seluas 315,48 hektar termasuk mengamankan 12 excavator, 2 buldozer dan genset listrik serta perlengkapan tambang lainnya.

Baca Juga: KSAL Terima Kunjungan Penasihat Presiden Rusia, Komitmen Jaga Stabilitas Kawasan

Ia menjelaskan akibat aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan ini berpotensi mengakibatkan kerugian negara. Dari 315 hektar katanya ada potensi kerugian negara dari penambangan dan kerusakkan lingkungan, diperkirakan mencapai Rp12,9 triliun, ini akan dilakukan asessment lebih mendalam untuk mendapatkan angka kerugian secara pasti.

“Tim Satgas Halilintar PKH mengapresiasi kerja sama dan dukungan dari aparat kewilayahan, dalam membantu tim Satgas melakukan penertiban aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan tanpa izin tersebut. Kami bersyukur aparat kewilayahan dalam hal ini unsur kewilayahan baik itu TNI/Polri dan Dinas terkait jajaran pemerintah daerah ini betul-betul mensupport, memberikan bantuan informasi, dukungan sehingga kegiatan penertiban bisa berjalan dengan aman, lancar tanpa ada kendala," kata Febriel.

Untuk diketahui, sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan TNI-Polri dan Bea Cukai untuk menutup tambang ilegal di Bangka Belitung. Hal ini dikatakannya dalam acara Munas VI PKS di Hotel The Sultan & Residence, Jakarta, Senin (29/9).

Baca Juga: Ribuan Prajurit TNI AD Disebar untuk Batalion Teritorial Pembangunan

Menurut Prabowo tambang ilegal adalah sebuah perampokan sistemik, dan kelengahan elite selama ini sehingga kekayaan kita terkeruk.

“Sebagai contoh di Bangka Belitung yang untuk cukup lama menjadi pusat tambang timah terkemuka di dunia itu terdapat 1.000 tambang ilegal. Mulai 1 September kemarin saya perintahkan TNI, Polri, Bea Cukai bikin operasi besar-besaran di Bangka Belitung menutup yang selama ini hampir 80 persen tambang ilegal,” kata Prabowo. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.