HANKAM

Interoperabilitas TNI AU dan RAAF dalam Latihan Pengisian Bahan Bakar di Udara

Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon
Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU tengah melakukan latihan Air to Air Refuelling dengan pesawat tanker KC_30A MRTT. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (RAAF) menggelar latihan pengisian bahan bakar di udara (Air to Air Refuelling) yang digelar di wilayah udara Lanud Iswahjudi, Madiun, Selasa (8/8).

Latihan Air to Air Refuelling merupakan sebuah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh penerbang dalam mempertahankan daya tempur dan mobilitas pesawat tempur dalam jangkauan yang luas.

Pada dasarnya, latihan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan penerbang dan kerja sama angkatan udara kedua negara dalam sebuah operasi udara. Pelaksanaan latihan ini juga menjadi bukti nyata bahwa TNI AU dan RAAF terus berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan penerbang dan menjaga kesiapan operasional melalui latihan bersama yang intensif.

Baca Juga: Jelang Pergantian Jabatan, Pangkoarmada II Laksanakan Admiral Inspection

Dikutip dari keterangan TNI AU dalam keterangan foto di instagram @militer.udara, Rabu (9/8) dijelaskan, masing-masing angkatan udara mengerahkan alutsista mereka meliputi 7 pesawat F-16 Fighting Falcon TNI AU dari Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi Madiun.

Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Selain pesawat, TNI AU juga dilaporkan mengerahkan sebanyak 25 penerbang dari Skadron Udara 3, Skadron Udara 14 dan Skadron Udara 16 untuk terlibat dalam latihan ini.

Sementara itu, RAAF mengerahkan satu pesawat KC-30A MRTT (Multi-Role Tanker Transport) dari 33SQN RAAF untuk latihan ini. Sebagai informasi, KC-30A MRTT merupakan pesawat taktis dan strategis yang memiliki kemampuan pengisian bahan bakar udara serta fungsi transportasi.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-78, Anak-Anak Bersama Satgas Yonif MR 411 Kostrad Kibarkan Bendera Merah Putih

Pesawat ini telah membuktikan perannya dalam mendukung operasi udara jarak jauh dan menjadi simbol kolaborasi Australia dengan mitra regionalnya.

Pesawat-pesawat tersebut telah menjalankan serangkaian latihan pengisian bahan bakar udara dengan presisi tinggi, menunjukkan kemampuan pilot dan awak pesawat dalam menjaga formasi dan kestabilan selama proses pengisian bahan bakar. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.