Ini Tahapan Keterlibatan PT PAL dalam Pembangunan Kapal Selam Scorpene

Jakarta, IDM – Galangan kapal dalam negeri, PT PAL Indonesia, bersama perusahaan asal Prancis, Naval Group, sedang membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved untuk TNI Angkatan Laut. Pembangunan dilakukan di galangan PT PAL, Surabaya, Jawa Timur.
Seremoni pemotongan baja pertama atau first steel cutting Scorpene digelar pada 7 Agustus lalu.
Terbaru, Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin meninjau pembangunan Scorpene di fasilitas PT PAL, Kamis (24/9). Vautrin didampingi didampingi Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan, Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono Putra, Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) Laksdya TNI Edwin beserta sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan RI.
Vautrin menekankan, keberhasilan program kapal selam membutuhkan keahlian, ketelitian, dan komitmen dari para engineer, pekerja, teknisi serta para pemimpin di sektor industri dan militer.
Baca Juga: Syarat jadi Prajurit Infanteri: Tempuh 110 Km di Latihan Yuddhawastu Pramuka
“Para insinyur, pekerja, teknisi serta para pemimpin di sektor industri dan militer, keberhasilan program ini akan bergantung pada keahlian, ketelitian, dan komitmen teguh Anda,” kata Vautrin.

Tahapan keterlibatan PT PAL
Program pembangunan kedua kapal selam tersebut kini memasuki tahap konstruksi fisik di galangan PT PAL. Kerja sama juga mencakup transfer kapasitas dan teknologi dari Naval Group kepada PT PAL.
Dalam program tersebut, PT PAL terlibat dalam sejumlah tahapan penting, antara lain pembangunan struktur kapal, integrasi peralatan, final assembly, pengujian hingga commissioning.
Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan, kerja sama dengan Naval Group tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi menjadi bagian dari proses membangun kemampuan industri pertahanan nasional.
Baca Juga: KSAL Terima Kunjungan Irjen AL Prancis, Bahas Kerja Sama Pertahanan
“Kerja sama dengan Naval Group kami pandang sebagai proses membangun kemampuan. Melalui transfer kapasitas, pengembangan kompetensi engineer, dan keterlibatan PT PAL dalam keseluruhan proses produksi, kami membangun fondasi agar kemampuan strategis tersebut dapat dikelola dan dikembangkan di dalam negeri,” tutur Djenod.
Djenod mengatakan, penguatan industri pertahanan juga memiliki arti penting dalam hubungan antarnegara. Menurut dia, kemampuan industri yang semakin kuat akan memperluas ruang bagi Indonesia untuk membangun kerja sama teknologi dan industri dengan mitra internasional.
Sementara itu, Wamenhan Donny menekankan bahwa nilai strategis program tersebut terletak pada proses pembangunan kemampuan nasional yang menyertainya.
Baca Juga: Hadapi Perang Modern, 228 Perwira TNI AD Digembleng Soal Siber dan Informasi
“Bagi Indonesia, program ini bukan hanya tentang memperoleh platform pertahanan modern, tetapi juga tentang membangun kemampuan nasional melalui keterlibatan para engineer Indonesia, industri nasional, dan mitra Prancis,” kata Donny.
“Yang sedang kita bangun di Surabaya bukan hanya sebuah kapal selam, kita juga sedang membangun pengetahuan, kemampuan industri, sumber daya manusia, dan kepercayaan antara Indonesia dan Prancis,” ucap Wamenhan RI.
Transfer kapasitas yang berlangsung dalam program tersebut diharapkan memperkuat kemampuan nasional dalam membangun serta mengembangkan teknologi bawah laut. Wamenhan Donny berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang, mulai dari transfer of technology, knowledge, dan capability, hingga pada akhirnya menuju joint development.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































