Ini Spesifikasi HMS Tamar, Kapal Perang Inggris yang Bersandar Pertama Kali di Jakarta

Jakarta, IDM – Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris, His Majesty’s Ship (HMS) Tamar bersandar di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (17/6).
Kedatangan HMS Tamar untuk kali pertama di Jakarta memiliki sejumlah misi penting. Selama bersandar hingga 20 Juni mendatang, kapal patroli lepas pantai itu akan menjadi tempat digelarnya pertemuan sejumlah petinggi sekaligus mempererat hubungan antarpersonel.
Baca Juga: Sisihkan Ribuan Pesaing, 365 Siswa Digembleng jadi Bintara TNI AD
Secara umum, HMS Tamar memiliki panjang 90,5 meter dengan lebar 13,6 meter. Kapal perang bernomor lambung P233 ini mampu menempuh kecepatan maksimal 24 knot. Tamar ditugaskan untuk mengarungi Indo-Pasifik sejak 2021, sebagai bagian dari 'Operation Highwall'.
Keunikan kapal terletak pada kemampuan adaptasi dan daya tahan. Dirancang untuk beroperasi dalam jangka waktu lama, mampu menjangkau 9.000 mil laut dengan kecepatan 12 knot.

Terdapat tiga tugas utama HMS Tamar. Pertama, Maritime Security Operations (MSO) yakni memerangi penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, dan penangkapan ikan ilegal. Kedua, Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) berupa menyediakan bantuan setelah bencana alam seperti siklon tropis dan Tsunami. Terakhir, mendukung diplomasi pertahanan sekaligus mempererat hubungan antarnegara.
Kapal ini dipersenjatai dengan empat General Purpose Machine Gun (GPMG), yang mampu menembak 750 peluru berkaliber 7.62 millimeter per menit dan terdapat mini-gun.

Senjata utamanya adalah Automated Small Calibre Gun (ASCG) yang menembakkan 200 peluru berkaliber 30 millimeter per menit di bagian depan kapal. Senjata ini yang mampu menjangkau sejauh 12.000 yard (sekitar 10.9 kilometer).
Baca Juga: Ada Dua Fase Krusial, Begini Cara TNI AL dan Malaysia Uji Doktrin Tempur di Laut Jawa
Adapun, HMS TAMAR memiliki awak kapal sekitar 90 orang, yang beroperasi dengan 'tiga sistem jaga' di mana dua kelompok bertugas dan satu kelompok tidak. Sehingga, terdapat 60 personel setiap kali bertugas.
Terdapat lima departemen di kapal yakni Eksekutif (Komando), Peperangan (Navigasi, Pertempuran, Pelayaran), Logistik (Administrasi, Katering, Medis), Teknik Kelautan (Mekanik, Hidrolik, Listrik) dan Teknik Persenjataan (Pengelolaan Persenjataan, Perangkat Lunak, Komunikasi Aman).
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































