Ini Rencana Kegiatan Jelang HUT ke-64 Kostrad

Jakarta, IDM – Jelang HUT ke-64 pada 6 Maret mendatang, Komando Cadangan Strategis (Kostrad) menggelar rangkaian kegiatan.
Peringatan yang mengangkat tema “Kostrad yang Prima Mengawal Indonesia Maju” tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat solidaritas dan semangat prajurit Kostrad.
Baca Juga: Lanud Abd Saleh Gelar Latihan Garuda Perkasa 2025 untuk Tingkatkan Kesiapan Operasi Udara
Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf Choiril Anwar menjelaskan bahwa tema peringatan tahun ini mencerminkan komitmen Kostrad sebagai prajurit yang profesional dalam menjaga persatuan bangsa serta mendukung pembangunan nasional.
Dalam rilis yang diterima pada Selasa (11/2), beberapa acara yang akan digelar antara lain; ziarah ke makam pahlawan, bakti sosial kepada dan donor darah yang menargetkan 6.400 kantong darah.
Baca Juga: Kemhan Harapkan Deddy Corbuzier Bantu Sosialisasi Kebijakan Pertahanan
Selain itu, Kostrad juga menggelar lomba olahraga dan seni hingga syukuran sebagai puncak peringatan yang akan dihadiri petinggi TNI dan keluarga besar Kostrad. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































