Ini Langkah TNI AU Jaga Profesionalisme dan Kesiapan Operasional di Tengah Efisiensi Bahan Bakar

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) turut mencermati dinamika geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga serta pasokan bahan bakar minyak (BBM), yang kemudian mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan efisiensi.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengakui bahwa kondisi tersebut kemudian menuntut TNI AU untuk melakukan penyesuaian, terutama penggunaan avtur sebagai bahan bakar utama pesawat.
"Kami sangat memahami situasi global yang terjadi, di mana salah satunya adalah kenaikan harga minyak. (TNI) Angkatan Udara memang secara langsung terdampak karena bahan bakar pun harus kita hemat," jelas Tonny seusai upacara peringatan HUT ke-80 TNI AU di Mabesau, Jakarta, Kamis (9/4).
Baca Juga: Panglima TNI dan Panglima Filipina Buka 5Th Philindo MC 2026, Susun Implementasi Kerja Sama
Kendati demikian, Tonny menegaskan bahwa kebijakan efisiensi di internal TNI AU tetap berjalan tanpa mengorbankan profisiensi dan profesionalisme para penerbang, serta kesiapan operasional.
Untuk itu, TNI AU melakukan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan mengintegrasikan beberapa materi latihan dalam satu kali penerbangan, serta menggabungkan kegiatan patroli dengan latihan.

"Dalam sekali terbang, kita bisa melaksanakan dua, tiga (materi) exercise (latihan). Misalnya, latihan formasi atau latihan penembakan, digabung juga dengan low level, misalnya untuk proficiency," jelas Tonny.
Baca Juga: TNI AD Sebut 27 Juta Masyarakat Belum Nikmati Air Bersih
Selain itu, TNI AU juga mengoptimalkan jam terbang para penerbang. "Jam terbang tidak kita kurangi, sama sekali tidak kita kurangi. Hanya pemanfaatan fuel yang kita kurangi dan beberapa metode latihan yang kita jadikan satu, yang semula exercise-nya sendiri-sendiri. Ini kita jadikan satu sortie untuk beberapa exercise," imbuh Tonny.
Langkah-langlah tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi nilai 'Adaptif' yang Marsekal TNI Tonny usung dalam visi AMPUH TNI AU.
"Jadi, (TNI) Angkatan Udara sangat adaptif, (selain) menyesuaikan kebijakan pemerintah, kita juga tetap menyesuaikan situasi global, tetapi kami tidak menurunkan kualitas safety dan kualitas profesionalisme penerbang kami," pungkas KSAU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































