HANKAM

Ini Kehebatan Kapal Perang Belanda HNLMS Tromp yang Bersandar di Jakarta

HLMNS Tromp F-803
Kapal perang Belanda HLMNS Tromp F-803 yang bersandar di Tanjung Priok, Jakarta (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kapal perang Angkatan Laut Belanda HNLMS (His Netherlands Majesty’s Ship) Tromp F-803 bersandar di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (15/5/2024).

Kedatangan HNLMS Tromp merupakan yang pertama kalinya bersama 200 personel dalam misi pelayaran Pacific Archer sekaligus penguatan kerja sama militer antara Indonesia dan Belanda. Kapal ini berlayar sejak awal Maret menuju perairan Indo-Pasifik melalui Laut Tengah dan Samudra Hindia, kemudian akan melintasi Karibia dan Samudra Atlantik hingga akhirnya kembali ke Belanda.

HLMNS Tromp F-803
(IDM/Faisal Ramadhan)

"Kapal ini ada di Indonesia pada dasarnya karena satu hal, Indonesia penting. Ini menunjukkan adanya kerjasama yang kuat antara Angkatan Laut Belanda dan Angkatan Laut Indonesia," kata Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns.

Baca Juga: Lanal Palembang Kedua Kalinya Gagalkan Upaya Penyelundupan Benih Lobster

Kapal kelas De Zeven Provincien (DZP) ini diluncurkan oleh galangan Royal Schelde di Vlissingen pada 7 April 2001 dan resmi beroperasi sejak 14 Maret 2003. Dengan panjang 144,24 meter dan lebar 18,82 meter, bobot kapal ketika kosong sekitar 6.048 ton. Selain itu, kapal ini mampu memuat 227 personel dan meluncur hingga kecepatan 30 knots.

HLMNS Tromp F-803
(IDM/Faisal Ramadhan)

HNLMS Tromp F-803 merupakan kapal ke-13 Angkatan Laut Belanda yang menggunakan nama “Tromp”. Dirancang sebagai pertahanan udara, fregat ini dilengkapi dengan radar Smart-L dibagian atas, yang mampu melacak rudal balistik. Radar lainnya yang mempercanggih kapal ini adalah Sirius, Mirador, Sonar dan Sabre.

Baca Juga: Perkokoh Kekuatan Angkut, TNI AU Sambut Kedatangan Pesawat Kelima C-130J Super Hercules

HLMNS Tromp F-803
(IDM/Faisal Ramadhan)

Keunggulannya dalam menghadapi ancaman udara diperkuat dengan sistem peluncuran rudal vertikal berupa delapan rudal Harpoon, empat peluncur torpedo dan Goalkeeper, sistem close-in weapon system (CIWS) untuk pertahanan kapal terhadap rudal jarak pendek, pesawat terbang, dan kapal bermanuver tinggi. Selain itu, dipersenjatai pula dengan 127 mm cannon OTO Breda dan delapan gun carriage untuk operasi manual senapan mesin MAG 50.

Meskipun berspesialisasi dalam pertahanan udara, HNLMS Tromp juga sangat mampu menangani ancaman di bawah permukaan laut. Selain itu, kapal yang telah berusia 20 tahun ini juga dilengkapi deck helikopter dan membawa NH-90, sebagai 'mata tambahan' untuk misi anti kapal selam dan SAR. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.