HANKAM

​Ini Jenis Senjata yang Diserahkan Yujin Butiop, Anggota OPM Papua Selatan ke TNI

TPNPB-OPM
Yujin Butiop, anggota kelompok bersenjata TPNPB-OPM Papua Selatan saat menyerahkan diri ke TNI. (Foto: Dok. Satgas Swasembada)

Jakarta, IDM – Pada Senin (13/7) lalu, publik dihebohkan dengan penyerahan diri Yujin Butiop, anggota kelompok bersenjata TPNPB-OPM Papua Selatan. Yujin yang merupakan anak buah dari Marius Murib ini langsung datang ke Pos TNI di kawasan perbatasan Indonesia–Papua Nugini dan menyatakan ikrar kembali ke NKRI.

Saat datang Yujin membawa satu pucuk senjata rakitan laras panjang dan satu lembar bendera Bintang Kejora. Menurut keterangan Pensatgas Habema, Jumat (17/6), Yujin selama ini menetap di Kampung Kuem, wilayah Papua Nugini, datang memenuhi komitmen yang telah dibangun melalui komunikasi dan pendekatan persuasif bersama personel TNI di Pos Perbatasan.

Baca Juga: Tim Patroli Koops TNI Habema Temukan Honai Persembunyian OPM, Sita Senpi dan Munisi

Penyerahan diri Yujin ini menambah daftar anggota OPM yang berikrar kembali ke NKRI beserta sejumlah barang buktinya.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, senjata rakitan kerap digunakan OPM sebagai alternatif persenjataan dan umumnya dibuat menggunakan pipa logam, kayu, dan pelat besi. Senjata rakitan yang sering ditemukan aparat biasanya berupa senapan laras panjang rakitan dan pistol rakitan kaliber tertentu (seperti kaliber 5,56 mm).

TPNPB-OPM
(Foto: Dok. Satgas Swasembada)

Terbaru, pada 16 Juli 2026, Koops TNI Habema berhasil menggerebek sebuah honai (rumah transit) milik OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam operasi tersebut, aparat menyita dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm dan satu senapan angin modifikasi dalam kondisi terbongkar.

Baca Juga: Satgas Koops TNI Habema Amankan 5.000 Batang Ganja dari Dua Kampung di Papua Pegunungan

Kemudian, masih di bulan Juli 2026, laporan semester I dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengonfirmasi penyitaan 92 pucuk senapan angin modifikasi yang dirancang khusus untuk mampu menembakkan amunisi tajam, di samping puluhan senjata organik lainnya.

Dan terakhir, pada bulan Maret 2026, Satgas Damai Cartenz menangkap jaringan pemasok senjata ilegal di Kabupaten Jayapura dan mengamankan komponen-komponen yang digunakan untuk merakit senjata api beserta amunisinya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.