Ini Empat Pilar Utama Seleksi Taipur, Prajurit Elite TNI AD

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat tengah menggelar seleksi prajurit elite, Intai Tempur (Taipur) Kostrad. Di Malang, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun bersama Pejabat Utama Divif 2 Kostrad dan para Komandan Satuan melaksanakan kegiatan seleksi Pantukhir Tahap I Latihan Pembentukan Taipur (Lattuk Taipur) XIII Tahun 2026 di Markas Divif 2 Kostrad, Senin (22/6).
Dilansir keterangan dari Penerangan Divif 2 (Pendivif 2) Kostrad, seleksi ini merupakan rangkaian penting dalam menjaring prajurit-prajurit terbaik yang akan dipersiapkan menjadi bagian dari Taipur Kostrad. Mereka adalah prajurit dengan kemampuan khusus yang dibentuk melalui proses panjang, disiplin ilmu yang tinggi, serta standar kemampuan yang ketat.
Rangkaian seleksi telah dilaksanakan selama beberapa hari dengan berbagai tahapan pengujian. Ada empat pilar utama dalam seleksi ini, yaitu kesamaptaan jasmani yang menguji batas ketahanan fisik dan performa mekanis tubuh prajurit di lapangan. Kemudian, ada tes psikologi untuk menilai kesiapan mental, stabilitas emosi, dan kecepatan pengambilan keputusan di bawah tekanan. Selanjutnya, aspek kesehatan jiwa (keswa) turut diuji untuk memastikan karakter dan integritas moral prajurit tetap kokoh dalam situasi ekstrem. Pilar terakhir adalah motivasi pengabdian guna mengukur tingkat loyalitas dan semangat pantang menyerah (fighting spirit) hingga akhir masa pendidikan.
Menurut Primadi, selain empat pilar tersebut, ada juga berbagai penilaian lain yang menjadi standar dalam pembentukan prajurit Taipur. Ia memastikan menjadi prajurit Taipur bukan hanya membutuhkan kemampuan tempur yang unggul, tetapi juga ketangguhan karakter, kedisiplinan, serta jiwa pengabdian yang tinggi.
Baca Juga: TNI AU Mulai Gladi Posko Latihan Angkasa Yudha 2026, Uji Kesiapan Operasi Udara
“Prajurit yang terpilih nantinya harus mampu melaksanakan tugas yang diberikan untuk mengikuti seleksi dan pendidikan Taipur tingkat pusat, harus mempunyai semangat juang tinggi pantang menyerah sampai akhir pendidikan, jadilah prajurit yang unggul dan profesional," kata Primadi.
Melalui proses seleksi yang ketat dan pembinaan yang berkelanjutan, Divif 2 Kostrad berkomitmen mencetak prajurit pilihan yang memiliki kemampuan, integritas, dan kepedulian sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara yang selalu siap menjaga keutuhan NKRI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































