Ini Daftar Puluhan Pesawat yang Tampil di Demo Udara Peringatan HUT ke-78 TNI

Jakarta, IDM - Peringatan HUT ke-78 TNI yang digelar di kawasan Silang Monas, Jakarta, Kamis (5/10) tidak dapat dipisahkan dari atraksi demo udara yang disuguhkan oleh pesawat-pesawat gabungan TNI. Puluhan pesawat tersebut terdiri dari helikopter; pesawat angkut; hingga pesawat tempur.
Demo udara diawali dengan aksi terbang lintas (flypass) dari 8 helikopter gabungan tiga angkatan (tri matra) yang membawa bendera raksasa (giant flag) Merah Putih. Kedelapan helikopter tersebut terbang dengan call sign Tri Matra Flight.
“Tri Matra Flight ini melambangkan bukti sinergisitas TNI sebagai pondasi bangsa yang kokoh dalam meneruskan tekad para pahlawan dengan memastikan dwi warna panji tetap berkibar gagah di langit Nusantara tercinta,” ungkap TNI.
Baca Juga: Panglima TNI Pastikan Prajurit Terjerat Tindak Pidana Diproses Hukum
Aksi flypass kemudian berlanjut dengan penerbangan 15 helikopter milik TNI AD dengan call sign Army Flight. Belasan helikopter tersebut terbagi dalam 2 elemen yakni helikopter serang dan helikopter serbu. Menyusul di belakang Army Flight, terdapat Bonzana Flight yang merupakan flypass 5 pesawat Bonzana milik TNI AL.
Tidak lama berselang, pesawat Casa-212 gabungan tiga angkatan melintas di depan podium dengan call sign Wallet Flight. Flypass pesawat ini terdiri dari 4 pesawat Casa-212 TNI AU, 2 unit Casa dari TNI AD, serta 3 pesawat sejenis milik TNI AL.

Disusul terbang lintas selanjutnya oleh rombongan pesawat angkut taktis dengan call sign Cenderawasih Flight yang terdiri dari 4 pesawat CN-295 dan 1 pesawat CN-235 TNI AU; serta pesawat CN-235 TNI AL yang saat itu membentuk formasi 7 pesawat.
Kemudian, giliran pesawat angkut berat TNI AU dengan call sign Rajawali Flight. Penerbangan tersebut terdiri dari 10 pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31, Skadron Udara 32, dan Skadron Udara 33. Yang menarik dari penerbangan ini adalah 3 di antara 10 pesawat tersebut merupakan alutsista baru TNI AU, yaitu pesawat C-130J Super Hercules. Sementara itu, 7 lainnya merupakan pesawat C-130H Hercules dengan long body dan short body.
Baca Juga: Pertunjukan Teatrikal ‘Sang Patriot’, Kolaborasi Manuver Udara JAT dan Pegasus Team di HUT ke-78 TNI
Formasi gabungan 2 pesawat Boeing-737 dan 2 pesawat Falcon juga turut meramaikan demo udara peringatan HUT ke-78 TNI hari ini yang melakukan flypass dengan call sign Kencana Flight. Selanjutnya, Golden Eagle yang terdiri dari formasi 5 pesawat tempur T-50i Golden Eagle terbang membuntuti di belakangnya.
Usai flypass, selanjutnya giliran penampilan teatrikal dari dua tim aerobatik kebanggaan TNI AU, yakni Jupiter Aerobatic Team (JAT) dan Pegasus Team. Masing-masing tim terbang dengan 6 pesawat KT-1B Woong Bee untuk JAT dan Pegasus Team terbang dengan 4 Helikopter EC-120B Colibri.
Penampilan keseluruhan pesawat tersebut semakin lengkap dengan flypass dan penembakan flare dari 6 pesawat tempur F-16 TNI AU. “Kami, elang-elang TNI AU, mengucapkan selamat ulang tahun ke-78 Tentara Nasional Indonesia tahun 2023. TNI Patriot NKRI, Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju,” ungkap Mayor Pnb Bambang Aulia Yudhistira dari balik kokpit pesawat F-16. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































